Home | Career | Site Map | Contact
PT. Bakrie & Brothers Tbk.
Corporate Info
Business Units
Corporate Communication
Investor Relations
Home arrow Corporate Communication arrow Press Release arrow Aburizal Bakrie Mundur Dari BB
Aburizal Bakrie Mundur Dari BB
Aburizal Bakrie, pengusaha terkemuka yang selama ini memimpin Kelompok Usaha Bakrie, Kamis (24/6) menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris PT Bakrie & Brothers Tbk, sebuah perusahaan yang dibesarkannya setelah ditinggal wafat ayahandanya, H.Ahmad Bakrie. Pengunduran diri Ical, panggilan akrab Aburizal, telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bakrie & Brothers Tbk yang diselenggarakan Kamis siang di Jakarta.

“Saya sudah terlalu lama dan saya ingin setelah ini PT Bakrie & Brothers menjadi lebih maju lagi karena masa-masa krisis bagi perusahaan ini sebenarnya sudah lewat. Ibarat pakai baju, baju saya sudah kesempitan, jadi harus saya lepas,” kata Ical ketika ditanya wartawan ihwal pengunduran dirinya itu, usai RUPS.

Dijelaskan oleh Ical, PT Bakrie & Brothers Tbk saat ini sudah menjadi perusahaan publik yang mampu meraup keuntungan. Proses restrukturisasi utang-utang perusahaan yang timbul akibat krisis beberapa tahun lalu, telah berhasil dilaksanakan dengan baik. “Kami telah menyelesaikan kewajiban kepada perbankan, dan yang terpenting, perusahaan ini sudah memberikan keuntungan,” katanya.

Direksi Baru

RUPS Tahunan PT Bakrie & Brothers Tbk kemarin juga menyetujui perubahan jajaran Dewan Direksi dan Dewan Komisaris. Irwan Sjarkawi yang sebelumnya menjabat Komisaris Independen dan pernah menjabat Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk tahun 1998-2002, menggantikan Aburizal Bakrie sebagai Presiden Komisaris. Di jajaran Direksi, Bobby Gafur Umar dipercaya kembali sebagai Presiden Direktur, didampingi dua Direktur baru, yakni Yuanita Rohali dan Juliandus Tobing.

Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk., Bobby Gafur Umar, kepada wartawan usai RUPST menjelaskan, perusahaannya akan terus melanjutkan upaya-upaya peningkatan utilisasi, perluasan ataupun penambahan kapasitas produksi beberapa unit usahanya. Perusahaan ini juga akan melanjutkan revitalisasi sektor telekomunikasi melalui pengembangan usaha, dalam upaya menjadikan sektor telekomunikasi sebagai salah satu tiang utama penyangga bisnis.

Setidaknya, menurut Bobby, dua hal itulah yang akan menjadi pusat perhatian utama perusahaannya dalam menjalankan bisnis yang diyakini akan semakin diwarnai persaingan ketat dalam setahun ke depan. “Tahun 2003 merupakan tahun yang cukup berat bagi kami dalam meletakkan pondasi yang kokoh bagi kebangkitan Perseroan. Tetapi kami optimis, dengan berusaha ekstra keras, kami akan mampu melalui tahun 2004 dengan langkah-langkah keberhasilan,” katanya.

Dijelaskannya, tahun 2003 memang merupakan tahun yang berat bagi perekonomian Indonesia, khususnya sektor riil, dan tahun yang berat pula bagi perseroan. “Saya juga harus mengakui bahwa tahun buku 2003 memang merupakan tahun yang cukup berat dan untuk itu kami telah melakukan langkah awal penataan kembali portofolio usaha. Di sisi lain, Perseroan juga telah berusaha untuk terus secara konsisten menjaga struktur permodalan agar tetap sehat pada periode pasca restrukturisasi,” katanya.**
 
Media
Media Clipping
Home | Corporate Info | Business Units | Corporate Communication | Investor Relations | Site Map | Career | Contact