Thursday, Aug 21, 2014
Pekan Ini, Harga Sawit Turun
Harga CPO ditetapkan Rp7.674,54/kg sebelumnya Rp8.046,08/kg dan PKO Rp4.793,11/kg sebelumnya Rp5.002,33/kg.

Thursday, Aug 21, 2014
Ekspor Batubara Kaltim Kembali Lesu
Lesunya ekspor batubara turut mempengaruhi sektor pengolahan.

Thursday, Aug 21, 2014
Harga Sewa Properti di Indonesia 10 Besar Termurah Dunia
empat dari lima negara dengan harga sewa properti termurah ada di Afrika.

Wednesday, Aug 20, 2014
Saingi RI, Produsen Karet Thailand Minta Aturan Ekspor Diubah
Tahun ini, harga-harga karet global terhitung merosot lebih dari 25 persen karena adanya permintaan yang terlalu besar dari China.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 110.00 -0.90%
BRMS 270.00 +0.37%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 183.00 +1.10%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 89.00 +1.14%
MDIA.JK 1,850.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 288.00 -0.69%
On Thursday, Aug 21, 2014 09:31




Monday, Dec 5, 2011
Perusahaan Tambang Bakrie Raih Penghargaan Proper 2010-2011
by Newsletter Untuk Negeri
Sejumlah perusahaan tambang Kelompok Usaha Bakrie (KUB) berhasil meraih berbagai penghargaan dalam ajang Program Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam pengelolaan lingkungan periode 2010-2011 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada Rabu (30/11).

Adapun perusahaan yang mendapat Proper Hijau yakni KPC, Arutmin Senakin, Arutmin Batulicin, EMP Semberah, dan EMP Kangean. Sedangkan Proper Biru diraih oleh Arutmin Satui, Arutmin Asam Asam, EMP Malacca, EMP Kerinci, EMP Bentu, dan EMP Gelam. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Negara Lingkungan Hidup Prof. Dr. Balthasar Kambuaya dan diterima oleh para perwakilan dari perusahaan. KPC sendiri diwakili oleh Chief Operating Officer KPC R. Utoro.

Proper merupakan program unggulan Kementerian Lingkungan Hidup yang berupa kegiatan pengawasan dan pemberian insentif dan/atau disinsentif kepada penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan. Pemberian penghargaan Proper bertujuan mendorong perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan lingkungan (environmental excellence) melalui integrasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan jasa, penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan bisnis yang beretika serta bertanggungjawab terhadap masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.

Kriteria Penilaian Proper tercantum dalam Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2011 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan. Secara umum peringkat kinerja Proper dibedakan menjadi 5 warna Emas, Hijau, Biru, Merah dan Hitam, dimana kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan biru, merah dan hitam, sedangkan kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance) adalah hijau dan emas. Adapun penilaian kinerjanya adalah pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dan pemulihan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

Menteri Negara Lingkungan Hidup, Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menegaskan bahwa Proper mendorong perusahaan untuk melakukan upaya-upaya sukarela dalam menginternalisasi isu lingkungan dengan membuat kriteria-kriteria yang mendorong perusahaan untuk menerapkan sistem manajemen lingkungan dengan baik, efisiensi energi, pengurangan pemakaian bahan berbahaya dan beracun, menerapkan prinsip 3R, konservasi air dan pengurangan emisi gas rumah kaca serta menjaga keanekaragaman hayati. Selain itu perusahaan didorong untuk berbisnis secara bertanggungjawab dan mengalokasikan sebagian sumberdaya yang dimilikinya untuk memberdayakan masyarakat sekitarnya.

Hasil pengawasan Proper juga diintegrasikan kedalam sistem penegakan hukum lingkungan. Sejumlah 24 perusahaan yang berperingkat Hitam pada Proper periode 2009-2010 yang lalu telah diserahkan penanganannya kepada unit yang menangani penegakan hukum lingkungan. Tujuh perusahaan sedang dalam proses penyidikan karena patut diduga melakukan pelanggaran yang memenuhi unsur pidana lingkungan, 13 perusahaan dikenakan sanksi administrasi berupa teguran tertulis dan/atau paksaan pemerintah, dan 4 perusahaan karena berdasarkan hasil pulbaket telah melakukan upaya perbaikan dikembalikan kedalam sistem pengawasan Proper.

Adapun kategori Penghargaan Proper terbagi atas Emas (most comply), Hijau (more comply), Biru (comply), Merah (not comply, mendapat peringatan), dan Hitam (terancam ditutup). Dengan diraihnya penghargaan untuk kategori hijau dan biru, berarti perusahaan tambang KUB merupakan perusahaan yang taat azas dan menghargai lingkungan.

Arutmin Raih Trophy Keselamatan Pertambangan 2011
Selain mendapat penghargaan Proper, sebelumnya pada 24 November 2011, PT Arutmin Indonesia menerima penghargaan tertinggi (Trophy) Keselamatan Pertambangan tahun 2011. Trophy tersebut diperoleh PT Arutmin Indonesia Tambang Senakin. Penghargaan tertingggi atau Trophy diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), DR. Ir. Thamrin Sihite M.Sc, kepada CEO PT Arutmin Indonesia, Faisal Firdaus.

Pada saat yang sama, PT Arutmin Indonesia juga meraih 5 penghargaan yaitu 3 Upakarti Aditama (Emas) dan 2 Upakarti Pratama (Perak).

Dari tiga Upakarti Aditama (Emas) untuk perusahaan pertambangan (di luar jasa pertambangan, semuanya berhasil didapatkan oleh PT Arutmin Indonesia masing-masing untuk tambang Senakin, tambang Batulicin, dan terminal khusus batubara Tanjung Pemancingan (NPLCT-North Pulau Laut Coal Terminal) sedangkan 2 (dua) Upakarti Utama (Perak) untuk tambang Satui dan tambang Asam-asam.

Dirjen Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, DR Ir. Thamrin Sihite M.Sc. mengatakan, penghargaan ini dimaksudkan untuk memacu perusahaan pertambangan dalam menjalankan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3). (ITA/SI/CAA)


Catatan:
Newsletter Untuk Negeri adalah medium internal Kelompok Bakrie yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Gerakan Bakrie Untuk Negeri