Tuesday, Feb 14, 2012
Awali BNBR Sharing Session 2012, Dody Memberi Kuliah Etika Bisnis di Binus
by Newsletter Untuk Negeri
Kemitraan antara perusahaan dan perguruan tinggi harus terus dijalin, antara lain untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, pada Rabu 8 Februari 2012 mengunjungi Binus University, selaku visiting lecture menyampaikan kuliah di bidang governance dan etika bisnis kepada mahasiswa pascasarjana program Magister Management Kelas Profesional. Kegiatan kuliah yang merupakan bagian dari program BNBR Sharing Session 2012 ini adalah salah satu perwujudan pemenuhan CSR BNBR.
Dalam kuliah yang dimulai pukul 19.00 WIB itu, BNBR diwakili Direktur/CRO Dody Taufiq Wijaya. Di depan para mahasiswa yang rata-rata telah berpengalaman minimal 3 tahun di dunia bisnis itu, Dody menyampaikan materi dengan judul "Business Ethics:an Indonesian Context."
Dody mengawali presentasi dengan menjelaskan profil BNBR mulai dari sejarah, filosofi dasar, struktur, hingga portofolio bisnisnya. Setelah itu, ia menyampaikan tentang etika bisnis ditinjau dari berbagai literatur. Baru kemudian, ia menjelaskan etika dan pedoman perilaku BNBR dan sejumlah studi kasus terkait etika bisnis. Di akhir acara, tak lupa ia juga membuka sesi tanya jawab untuk memperdalam materi yang disampaikan.
Menurut Dody, etika adalah "standar perilaku," "acuan perilaku yang ideal/pantas", "rules for right behavior," serangkaian prinsip atau nilai moral agar kehidupan sosial masyarakat dapat berjalan dengan baik. Namun, etika seringkali mengalami dilema, yakni situasi yang dihadapi oleh seseorang/entitas dimana ia harus membuat keputusan tentang perilaku apa yang harus dilakukan. "Dilema etika timbul jika apa yang baik atau menguntungkan bagi satu pihak mungkin berakibat tidak baik atau merugikan bagi pihak lain," ujar Dody.
Dody menjelaskan, etika sangat penting bagi sebuah institusi termasuk institusi bisnis atau perusahaan. Sebab, tanpa etika perusahaan tidak akan bisa bertahan. Apalagi, dalam sebuah perusahaan perilaku karyawan berbeda-beda. Untuk melihat perilaku karyawan, dapat digunakan sejumlah prinsip. Pertama, hukum 20/60/20. Menurut para ahli forensic accounting, perilaku karyawan adalah 20% malaikat: tidak akan pernah berbuat jahat/curang, 60% manusia:akan berbuat jika ada kesempatan, 20% iblis: sengaja ingin melakukan kejahatan/kecurangan.
Kedua, teori GONE. Potensi kejahatan atau kecurangan bisa diidentifikasi melalui G-greed,O-opportunity (kesempatan untuk berbuat jahat/curang), N-need (dipicu kebutuhan mendesak), E-expectation (harapan untuk tertangkap kecil). "Pencegahan dapat dilakukan terhadap individu yang diidentifikasi memiliki karakterisitik tersebut," tegas Dody.
Ketiga, kategori penyebab utama kegagalan perusahaan yaitu poor strategic decisions, overexpansion & ill-judged acquisitions, dominant CEOs, greed + hubris (sombong/congkak) + desire for power, failure of internal control, ineffective boards.
Keempat, perilaku yang tidak etis (unethical behavior) biasanya didasarkan pada beberapa alasan berikut: merasa bahwa tindakan tersebut masih dalam batas legal dan hukum, merasa bahwa tindakan tersebut untuk kepentingan terbaik bagi individu/perusahaan, merasa bahwa tindakan tersebut aman dan tidak akan pernah diketahui publik, merasa bahwa tindakan tersebut membantu perusahaan dan seluruh pegawai/perusahaan akan memaafkan dan melindungi orang yang melakukannya.
Dody juga mengetengahkan sejumlah survei yang membahas tentang perilaku dan etika bisnis. Menurut survei internasional terhadap lebih dari 300 perusahaan di seluruh dunia, beberapa isu teratas dalam soal etika adalah konflik kepentingan karyawan, pemberian yang tidak pantas, pelecehan seksual, dan pembayaran yang tidak sah. Sedangkan menurut survei yang dilakukan Wall Street Journal terhadap 1400 pekerja wanita, yakni manajer berbohong, penyalahgunaan rekening pembayaran, nepotisme kantor, dan mengambil kredit untuk pekerjaan yang lain.
Usai menyampaikan beberapa survei, Dody menjelaskan kode etik yang berlaku di BNBR yang mencakup apa saja aktifitas yang dilarang, konflik kepentingan, pemberian, perilaku individu, penyalahgunaan narkoba, dan lainnya. Ia juga menyampaikan mengenai kebijakan perilaku bisnis BNBR, Guidelines on Business Conduct & Code of Ethics.
Kuliah Dody ternyata menarik perhatian tidak saja para mahasiswa MM Profesional, melainkan juga para dosen Program Professional MM Binus, termasuk Gerald Ariff, Ketua Program, yang juga turut hadir dan menyimak sharing dari Dody.
Selain mengenai keilmuannya, sharing dari Dody juga menjadi sarana bagi BNBR untuk lebih mengenalkan kondisi perusahaan dan Kelompok Bakrie pada umumnya.
Hal ini terungkap antara lain oleh Dr. Chrysanti Hasibuan, salah seorang dosen, yang menyampaikan: I believe the interesting sharing session had enlightened many of us about BNBR and Bakrie Group.
Program visiting lecture di Binus ini merupakan implementasi BNBR Sharing Session yang pertama di tahun 2012. Selain visiting lecture, BNBR Sharing Session juga dilaksanakan dengan Company Visit, yaitu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengunjungi BNBR untuk belajar dunia bisnis dan mengenal BNBR serta Kelompok Bakrie pada umumnya. (ITA/RBP)
Catatan: Newsletter Untuk Negeri adalah medium internal Kelompok Bakrie yang diterbitkan oleh Badan Pengelola Gerakan Bakrie Untuk Negeri