Wednesday, Mar 4, 2015
Lonjakan Harga Batubara Hanya Sementara
Harga batubara kontrak pengiriman maret 2015 di bursa ICE Future Europe Commodity mencatatkan lonjakan sebesar 6% ke level US$ 71, 45 per mmbtu.

Wednesday, Mar 4, 2015
Bangun Infrastruktur, RI Utang ke Mana saja?
Tahun ini pinjaman terbesar dari Jepang, sampai 30,80 persen, kemudian dari World Bank sebesar 26,27 persen, ADB 11,97 persen, dan IDB 11,3 persen.

Wednesday, Mar 4, 2015
Ribuan Bibit Sawit Di Kasongan Tak Terurus
Puluhan ribu bibit sawit itu akan dibagikan kepada masyarakat terutama yang kurang mampu, tapi nyatanya bibit itu hanya dibiarkan

Wednesday, Mar 4, 2015
Perbaikan Kebijakan Domestik Jaga Fundamental Ekonomi
kebijakan ekonomi pemerintah akan diarahkan untuk memperbaiki masalah yang mengganggu kinerja ekonomi seperti tingginya biaya logistik.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 84.00 -1.18%
BRMS 216.00 +0.47%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 97.00 -2.02%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 96.00 +1.05%
MDIA.JK 3,600.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 540.00 -0.92%
On Wednesday, Mar 4, 2015 09:46




Wednesday, Oct 5, 2011
Pemprov Lampung-Bakrie Kerja Sama Pengembangan Bandara Raden Inten
by Antara
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Konsorsium PT Bakrie-Cardig menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) pengembangan Bandara Raden Inten II, menjadi bandara tujuan wisata dan kawasan industri terpadu. Penandatangan MoU antara Pemprov Lampung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Berlian Tihang, sedang Konsorsium Bakrie-Cardig diwakili oleh Direktur Infrastruktur PT Bakrie Ade Erlangga itu berlangsung di Asrama Haji Rajabasa Bandarlampung, Selasa.

Direktur Infrastruktur PT Bakrie Ade Erlangga mengatakan, penandatangan nota kesepahaman itu merupakan keseriusan PT Bakrie-Cardig untuk pengembangan bandara. "Langkah awalnya, Bakrie-Cardig akan membuat grand design Bandara Raden Inten II," kata dia.

Selain itu juga dilakukan fasebility study atau studi kelayakan, apa saja yang dapat di kembangkan di Bandara Raden Intan II. Ia lebih lanjut menjelaskan, pengembangan bandara itu sangat mungkin untuk melibatkan swasta, diluar PT Angkasa Pura yang merupakan BUMN karena berdasarkan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, perusahaan swasta dapat berpartisipasi mengelola bandara.

Menurut dia, pengembangan bandara itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lampung mengingat daerah itu nantinya akan dijadikan tempat tujuan wisata serta kawasan industri terpadu.

Ade Erlangga dalam kesempatan itu mengatakan, perusahaannya cukup berpengalaman mengelola bandara. "Kami telah menjalin kerjasama dengan konsorsium asing untuk pengembangan bandara diantaranya Jepang, Korea dan Amerika Serikat," kata dia.

Selain mengelola bandara lanjutnya, PT Bakrie Brother yang berdiri sejak tahun 1942 atau 70 tahun lalu juga bergerak di bidang lain yakni telekomunikasi, infrastruktur, properti, pembangunan jalan tol, pengembangan pelabuhan dan lain-lain.

Khusus Cardig kata dia bergerak di bidang logistik pengembangan bandara dan berdiri sejak tahun 1974. Ia menambahkan, dari bandara yang ada di Tanah Air, sebanyak 18 yang sangat potensial, satu diantaranya adalah Lampung.

Sementara itu Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan bandara itu. "Langkah itu bukti bahwa pengembangan infrastruktur di Lampung terbuka bagi siapa saja yang akan berinvestasi," kata dia. Ia juga mengharapkan, Bandara Raden Inten II itu nantinya menjadi bandara internasional sehingga pertumbuhan ekonomi Lampung dapat cepat tumbuh pesat. []