Friday, Dec 19, 2014
Menkeu: Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Paling Cepat Dicapai pada 2016
Karena kita terpengaruh global, maka kita harus perkuat fundamental ekonomi

Friday, Dec 19, 2014
Internet 5G Diprediksi Bakal Meluncur pada 2020
Kebutuhan akan internet cepat mungkin juga didorong oleh komersialisasi mobil tanpa supir yang berjalan seecara otomatis.

Friday, Dec 19, 2014
Infrastruktur Gagal, Indonesia Bakal Sulit Maju
Setiap pertumbuhan infrastruktur 5,12 persen, maka pertumbuhan ekonominya 1 persen.

Friday, Dec 19, 2014
Indonesia Masih Produsen CSPO Terbesar di Dunia
Tantangan yang dihadapi Indonesia adalah menghadapi pasar yang meminta produk CPO yang ramah lingkungan.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 54.00 +1.52%
BRMS 268.00 +1.52%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 53.00 0.00%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 100.00 +2.04%
MDIA.JK 2,600.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 480.00 0.00%
On Friday, Dec 19, 2014 09:15




Wednesday, Oct 5, 2011
Pemprov Lampung-Bakrie Kerja Sama Pengembangan Bandara Raden Inten
by Antara
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Konsorsium PT Bakrie-Cardig menjalin nota kesepahaman (memorandum of understanding atau MoU) pengembangan Bandara Raden Inten II, menjadi bandara tujuan wisata dan kawasan industri terpadu. Penandatangan MoU antara Pemprov Lampung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Berlian Tihang, sedang Konsorsium Bakrie-Cardig diwakili oleh Direktur Infrastruktur PT Bakrie Ade Erlangga itu berlangsung di Asrama Haji Rajabasa Bandarlampung, Selasa.

Direktur Infrastruktur PT Bakrie Ade Erlangga mengatakan, penandatangan nota kesepahaman itu merupakan keseriusan PT Bakrie-Cardig untuk pengembangan bandara. "Langkah awalnya, Bakrie-Cardig akan membuat grand design Bandara Raden Inten II," kata dia.

Selain itu juga dilakukan fasebility study atau studi kelayakan, apa saja yang dapat di kembangkan di Bandara Raden Intan II. Ia lebih lanjut menjelaskan, pengembangan bandara itu sangat mungkin untuk melibatkan swasta, diluar PT Angkasa Pura yang merupakan BUMN karena berdasarkan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, perusahaan swasta dapat berpartisipasi mengelola bandara.

Menurut dia, pengembangan bandara itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Lampung mengingat daerah itu nantinya akan dijadikan tempat tujuan wisata serta kawasan industri terpadu.

Ade Erlangga dalam kesempatan itu mengatakan, perusahaannya cukup berpengalaman mengelola bandara. "Kami telah menjalin kerjasama dengan konsorsium asing untuk pengembangan bandara diantaranya Jepang, Korea dan Amerika Serikat," kata dia.

Selain mengelola bandara lanjutnya, PT Bakrie Brother yang berdiri sejak tahun 1942 atau 70 tahun lalu juga bergerak di bidang lain yakni telekomunikasi, infrastruktur, properti, pembangunan jalan tol, pengembangan pelabuhan dan lain-lain.

Khusus Cardig kata dia bergerak di bidang logistik pengembangan bandara dan berdiri sejak tahun 1974. Ia menambahkan, dari bandara yang ada di Tanah Air, sebanyak 18 yang sangat potensial, satu diantaranya adalah Lampung.

Sementara itu Gubernur Lampung Sjachroedin ZP mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan bandara itu. "Langkah itu bukti bahwa pengembangan infrastruktur di Lampung terbuka bagi siapa saja yang akan berinvestasi," kata dia. Ia juga mengharapkan, Bandara Raden Inten II itu nantinya menjadi bandara internasional sehingga pertumbuhan ekonomi Lampung dapat cepat tumbuh pesat. []