Friday, Oct 7, 2011
RUPS-LB Bakrie & Brothers Setujui Kuasi Reorganisasi
by Humas BNBR
JAKARTA, 6 Oktober 2011, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR” atau “Perseroan”) yang dilangsungkan di Jakarta hari ini, Kamis 6 Oktober 2011, menyetujui rencana Perseroan untuk melaksanakan kuasi reorganisasi.
Direksi Perseroan optimis, kuasi reorganisasi yang dilakukan oleh BNBR akan mendatangkan manfaat, baik bagi Perseroan maupun investor dan pemegang saham Perseroan. Kuasi reorganisasi ini juga diharapkan dapat memperbaiki struktur ekuitas Perseroan, menunjukkan nilai wajar sekarang tanpa dibebani defisit masa lampau.
“Tidak ada pihak yang dirugikan dengan kuasi reorganisasi ini. Pada hakikatnya, seluruh pemegang saham akan memperoleh banyak manfaat dari proses kuasi reorganisasi ini, antara lain berpeluang untuk mendapatkan dividen dalam jangka pendek. Ini akan menjadi daya tarik bagi investor untuk memiliki saham Perseroan. Selain itu, kondisi keuangan Perseroan juga akan semakin memperlihatkan nilai wajar yang sesungguhnya tanpa dibebani defisit. Jadi, investor dan pemegang saham, semuanya akan mendapat manfaat. Perseroan juga dapat menilai kembali seluruh aset dan kewajibannya,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama BNBR kepada wartawan, usai RUPS-LB.
Sesuai dengan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan (PSAK) No. 51 dan peraturan Bapepam-LK terkait dengan kuasi reorganisasi, kuasi reorganisasi ini dilakukan untuk restrukturisasi ekuitas Perseroan dengan menghilangkan defisit dan menilai kembali seluruh aset dan kewajibannya, dan sebelumnya diperlukan persetujuan dari pemegang saham.
Tiga Tahapan
Dijelaskan oleh Bobby, berdasarkan rencana yang telah ditetapkan, dalam pelaksanaannya Perseroan akan menempuh tiga tahapan, yaitu: pertama, melakukan penilaian kembali aset dam kewajiban Perseroan dan Entitas Anak; kedua, menurunkan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan dengan menurunkan nilai nominal saham secara proporsional yang selanjutnya mengakibatkan penurunan Modal Dasar Perseroan; dan ketiga, menyatukan atau menjumpakan (set-off) antara saldo defisit dengan Selisih Hasil Penilaian Kembali Aset dan Kewajiban serta saldo Tambahan Modal Disetor dan sejenisya
Dengan kuasi reorganisasi, Perseroan akan menghapus defisit senilai Rp34,9 triliun, terdiri dari nilai defisit, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali, dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2011, Perseroan mencatat saldo defisit sebesar Rp27,7 triliun. Defisit ini terutama merupakan akumulasi dari kerugian bersih Perseroan sebesar Rp16,5 triliun pada tahun 2008, Rp 1,7 triliun di tahun 2009 dan Rp7,6 triliun di tahun 2010.
Bobby membenarkan, nilai nominal saham Perseroan akan diturunkan sekitar 43%. Nilai nominal saham seri A diturunkan dari Rp5.000 menjadi Rp2.850. Saham seri B diturunkan dari Rp700 menjadi Rp399, dan nilai nominal saham seri C dari Rp200 menjadi Rp104.
Bobby dan jajaran kerjanya di BNBR optimis pasca kuasi reorganisasi, Perseroan akan menunjukkan peningkatan kinerja di tahun-tahun mendatang. “Kami sudah menyusun serangkaian rencana bisnis, dan kami yakin ada banyak potensi yang dapat digunakan untuk memenuhi dan mewujudkan rencana ini di masa mendatang,” katanya. Ia yakin bahwa Perseroan akan dapat mempertahankan status kelangsungan usahanya (going-concern), dan berkembang dengan baik.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Media Relations Investor Relations: Siddharta Moersjid, Director, siddharta.moersjid@bakrie.co.id
Chief Investor Relations Officer: Indra Ginting, indra.ginting@bakrie.co.id
Kunjungi www.bakrie-brothers.com