Thursday, Oct 13, 2011
Bakrie Toll Incar Rp2 Triliun dari Pelepasan Saham
by Bakrie & Brothers Services
JAKARTA - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) menargetkan perolehan dana senilai Rp 2 Triliun melalui pelepasan saham anak usaha PT Bakrie Toll Road . Adapun pelepasan saham tersebut melalui mekanisme penawaran umum perdana (IPO) dan penempatan langsung (private placement). “Kami belum menentukan porsi saham yang akan dijual karena pasar saham belum kondusif. Namun, saat ini, nilai buku BTR diperkirakan mencapai Rp 1 triliun,” jelas Presiden Direktur Bakrie Development Hiramsyah S Thaib. Sesuai rencana, IPO BTR akan menggunakan laporan keuangan per Desember 2011.
Namun dia belum dapat menyebutkan komposisi perolehan dana dari dua mekanisme tersebut. “Pelepasan saham akan dilakukan secara bertahap, ada beberapa mitra strategis yang menyatakan minatnya untuk membeli saham anak usaha perseroan itu,” kata Hiramsyah. Selama semester I-2011, BTR telah menyumbang Rp 45,7 miliar terhadap pendapatan Bakrieland. Kontribusi itu naik 58,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Trafik harian jalan tol yang menghubungkan Kanci (Cirebon) dan Pejagan (Brebes) itu meningkat menjadi 11 ribu unit kendaraan dari sebelumnya 7.500 unit. Hingga akhir tahun, BTR diperkirakan menyumbang pendapatan Bakrieland lebih dari Rp 100 miliar.
Selain itu, ELTY juga tengah mencari dana untuk pembiayaan kembali utang sebesar sebesar Rp1 triliun pada 2012, Hiramsyah mengungkapkan pada akhir tahun ini perseroan memproyeksikan bisa meraih pinjaman perbankan senilai Rp200 miliar pada kuartal IV/ 2011. Dana tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai kembali utangnya (refinancing) sebesar Rp500 miliar yang akan jatuh tempo pada 2013, sedangkan selebihnya akan digunakan untuk kebutuhan kerja pada 2012.
Dia menjelaskan dana Rp1 triliun itu akan diperoleh perseroan melalui pinjaman perbankan dan penerbitan obligasi. Hiramsyah kembali mengatakan pihaknya belum mengetahui berapa komposisi antara kedua alternatif pendanaan tersebut.
Selain pinjaman bank, Bakrieland mengkaji penerbitan obligasi global maupun rupiah. Namun, menurut Hiramsyah, kepastian sumber pendanaan akan diputuskan pada akhir 2012. Sementara itu, hingga semester I-2011, Bakrieland membukukan laba bersih sebesar Rp 126,1 miliar atau melonjak 100,2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 63 miliar.
Peningkatan laba bersih perusahaan properti itu ditopang oleh pertumbuhan laba usaha sebesar 102% dari Rp 81,3 miliar menjadi Rp 164,2 miliar. Laba kotor juga meningkat sebesar 65,5% dari Rp 238,3 miliar menjadi Rp 394,4 miliar.
Adapun penjualan Bakrieland hingga semester I-2011 mencapai Rp 1,04 triliun atau melejit 94,4% dibandingkan periode sama 2010 sebesar Rp 537,5 miliar. Unit usaha city property menjadi kontributor terbesar senilai Rp 764,2 miliar atau 73,2% dari total penjualan Bakrieland. Disusul oleh unit usaha landed residential Rp 130 miliar (12,5%), hotel & resort Rp 93,96 miliar (9,9%), dan jalan tol Rp 41,76 miliar (4,4%). []