Friday, Oct 14, 2011
Pendapatan Energi Mega dari Blok Gelam Diperkirakan US$ 26 Juta
by Indonesia Finance Today
JAKARTA - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), perusahaan minyak dan gas dalam kelompok usaha Bakrie, diproyeksikan mengantongi pendapatan US$ 26, 36 juta dari penjualan gas Blok Gelam Technical Asisstance Contract di Jambi kepada PT PLN (Persero) selama enam tahun, menurut Departemen Riset IFT. Untuk tahun pertama, pendapatan perseroan dari Blok Gelam berkisar US$ 4,07 juta.
Proyeksi tersebut berdasarkan volume penjualan gas selama enam tahun sebesar 4.490 billion British thermal units (bbtu) dan harga US$ 4,9 per million metric British thermal units (mmbtu) yang diasumsikan naik 3% per tahun. Meski pendapatan per tahun dari Blok Gelam tidak signifikan, adanya kenaikan harga jual membuat kontribusi blok tersebut terhadap perseroan cukup menjanjikan.
Imam Agustino, Direktur Utama Energi Mega Persada, mengatakan perseroan segera memproduksi gas sebesar 2,5 juta kaki kubik per hari (mmscfd) di Blok Gelam yang akan dijual kepada PLN. Perseroan telah menandatangani kontrak penjualan dengan badan usaha milik negara di sektor kelistrikan tersebut selama enam tahun dengan volume 4.990 bbtu dan harga US$ 4,9 per mmbtu. "Dalam perjanjian kontrak juga termasuk kenaikan harga jual gas sebesar 3% per tahun," ujarnya, Kamis.
Energi Mega menargetkan dalam 18 bulan ke depan dapat meningkatkan volume produksi dan harga jual gas secara bertahap. Perseroan dan anak usaha memiliki 100% hak partisipasi Blok Gelam. "Blok Gelam akan memberikan kontribusi pada kinerja operasi dan keuangan perseroan hingga akhir tahun ini," katanya.
M Suryadi Mardjoeki, Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN, mengakui perseroan telah menandatangani perjanjian jual beli gas sebesar 2,5 mmscfd dari Blok Gelam dengan Energi Mega. Gas itu akan dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga gas dengan kapasitas sekitar 10-15 megawatt yang dibangun di Jambi. "Gas akan masuk ke pembangkit mulai 15 Oktober," ujarnya.
PLN memproyeksikan penghematan US$ 18,25 juta per tahun dari pemanfaatan gas tersebut. Dalam waktu dekat, PLN juga akan mendapat tambahan pasokan sebesar 2 mmscfd dari PT Pertamina (Perseo), badan usaha milik negara di sektor minyak dan gas bumi, untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit di Jambi. "Energi Mega Persada juga akan menambah 2,5 juta kaki kubik lagi, tapi kami belum tahu kapan realisasinya karena tergantung dari Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi," kata dia.
Naik 25%
Energi Mega menargetkan produksi minyak dan gas perseroan tahun ini naik 25% seiring berproduksinya lapangan minyak Pagerungan Utara, Blok Kangean, Jawa Timur serta blok gas di Bentu, Riau. Herwin Hidayat, Investor Relations Energi Mega Persada, mengatakan perseroan menargetkan produksi minyak naik menjadi 7.962,5 barel per hari dari akhir tahun lalu sebesar 6.370 barel per hari. Sedangkan produksi gas menjadi 52,4 mmscfd dari 42 mmscfd. Untuk 2012, perseroan menargetkan produksi minyak dan gas menjadi 40 ribu-50 ribu barel setara minyak.
Hingga semester I 2011, produksi minyak Energi Mega naik 8,6% (year-on-year) menjadi 7.059 barel per hari dari 6.500 barel per hari dan produksi gas meningkat menjadi 47,9 mmscfd dari 41 mmscfd.
Untuk meningkatkan produksi, perseroan tahun ini mengalokasikan belanja modal US$ 260 juta, naik dibandingkan tahun lalu US$ 196 juta. Dana itu untuk membiayai kegiatan produksi migas pada kontrak bagi hasil di Blok Kangean; Blok Bentu di Riau; Blok Korinci Baru di Riau; Blok Malacca Straits di Kepulauan Riau, serta Blok Masela di perbatasan Maluku dan Sulawesi Tenggara.
Energi Mega Persada memiliki hak partisipasi di sejumlah blok migas, yaitu kontrak bagi hasil Gebang Joint Operating Body (Energi Mega 50%, Pertamina 50%), Mallacca Straits (Energi Mega 60,5%, China National Offshore Oil Company 39,5%), dan Gelam (Energi Mega 100%). Perseroan juga memiliki kontrak minyak dan gas bumi di Blok Semberah Techincal Asisstance Contract (100%), Bentu (100%), Korinci Baru (100%), Kangean (50%), dan Masela (10%).
Pada perdagangan Kamis, harga saham Energi Mega Persada turun Rp 5 atau 3,18% menjadi Rp 152. []