Monday, Dec 19, 2011
BNBR Pangkas Utang hingga Rp4 Triliun
by Bakrie & Brothers Services
PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) semakin serius melakukan diet utang. Perusahaan investasi grup Bakrie itu, menaikkan target pelunasan utang tahun ini. BNBR menargetkan bisa menurunkan total utang hingga sekitar Rp 4 triliun pada akhir tahun nanti, atau turun 69,23% dari total utang perseroan di awal 2011. yaitu Rp 13 triliun. Semula BNBR menargetkan total utang perseroan pada akhir tahun nanti sebesar Rp 5,5 triliun.
Yang teranyar, perseroan ini berniat segera melunasi utang medium secured notes (MSN). "Kami berencana melunasi sekitar Rp 1,5 triliun pada akhir tahun nanti," kata Eddy Soeparno, Direktur Keuangan BNBR, di Jakarta, Jumat (16/12). BNBR telah melunasi MSN senilai Rp 1,2 triliun di semester pertama 2011 lalu. Dengan demikian, BNBR saat ini masih menyisakan utang MSN sebesar Rp 2,2 triliun. Dengan pelunasan yang terbaru, utang MSN BNBR masih tersisa Rp 700 miliar.
Perseroan sedang bernegosiasi untuk mengurangi utang tersebut, sehingga hingga akhir tahun total utang berkurang menjadi Rp4 triliun. "Setelah transaksi dengan Borneo Lumbung Energi, kami memperkirakan utang kami Rp5,5 triliun. Namun, utang itu masih bisa berkurang lagi hingga akhir tahun ini menjadi Rp4 triliun, mengingat kami dalam negosiasi utang dari MSN," kata Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno dalam paparan publik kemarin.
BNBR akan lepas saham anak usaha untuk melunasi utang MSN. BNBR akan melepas saham perseroan yang dijaminkan untuk melunasi utang tadi kepada pemegang MSN. Saham-saham yang akan dilepas di antaranya saham di anak usaha, yakni PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, PT Energi Mega Persada Tbk dan PT Bakrie Telecom Tbk. Tapi manajemen BNBR menolak mengungkapkan jumlah saham yang akan dilepas.
Yang jelas BNBR menjamin akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas. "Porsi kepemilikan di masing-masing anak usaha tidak akan berubah, karena saham sudah dijaminkan sejak awal," kata Eddy. Hingga saat ini, saham Bakrie Brothers di Bakrie Sumatera Plantations 28,92%, -Bakrie Telecom 45,05%, Bakrieland Deve- lopment 8,14%, dan Energi Mega 8,75%.
Selain melunasi utang MSN, BNBR juga akan membayar utang USS 440 juta kepada Credit Suisse dengan dana hasil penjualan 23,8% saham Bumi Plc ke PT Borneo Lumbung Energi Metal Tbk (BORN). Nilai penjualan mencapai USS 1 miliar.
Manajemen BNBR menolak memberikan perhitungan efisiensi beban bunga, setelah seluruh pembayaran utang terjadi. Namun Eddy menyatakan bahwa "Kalau Rp 5 triliun saja utang berkurang, dengan asumsi bunga 10%, kami sudah bisa menghemat biaya bunga sekitar Rp 500 miliar per tahun."
Sebelumnya, Bakrie Brothers juga menargetkan penurunan utang perseroan pada tahun depan antara Rp 1.6 triliun hingga Rp2 triliun. Target penurunan utang tersebut, seiring dengan upaya perseroan melunasi dan membiayai ulang {refinancing) utang dari Credit Suisse senilai USS597 juta.
Bakrie Brothers akan menggunakan USS440 juta dari USS1 miliar yang diperoleh dari transaksi penjualan 23,8% saham Bumi Plc ke PT Borneo Lumbung Energi Tbk untuk melunasi sebagian utang itu, sisa pelunasan akan dicari lewat kreditor baru pada Desember ini. []