Friday, Dec 23, 2011
BNBR Tuntaskan Kuasi Reorganisasi
by Humas BNBR
JAKARTA, 8 Desember 2011 - PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR” atau “Perseroan”) hari ini mengumumkan bahwa proses kuasi reorganisasi (“Kuasi”) telah selesai dilakukan. Seluruh rangkaian proses Kuasi telah dilewati dengan baik dan diselesaikan sesuai tata cara dan prosedur yang berlaku.
Pemegang saham Perseroan telah menyatakan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 6 Oktober 2011 lalu. Sampai berakhirnya jangka waktu pemberitahuan kepada kreditur Perseroan tanggal 6 Desember 2011, tidak terdapat kreditur Perseroan yang melakukan sanggahan atau menyatakan keberatan terhadap rencana Perseroan terkait Kuasi tersebut. Pada tanggal 7 Desember 2011, BNBR juga telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM R.I. (Menkumham) terkait aksi korporasi ini.
“Kami bersyukur seluruh prosedur hukum untuk melakukan Kuasi sudah tuntas. Kini saatnya kami memulai bisnis dari awal dan melangkah lebih baik. Komitmen BNBR adalah memberikan nilai tambah yang optimal kepada para investor kami,” jelas Bobby Gafur Umar, Direktur Utama/CEO BNBR, Kamis (8/12).
Dijelaskan oleh Bobby, proses kuasi reorganisasi yang dilakukan BNBR membutuhkan energi dan waktu yang panjang. Sebab, untuk melakukan Kuasi, BNBR harus melakukan pekerjaan yang kompleks dan sangat rinci yang berujung pada penyehatan neraca Perseroan. Tapi dengan komitmen, kerja keras, dan dukungan dari investor dan para stakeholders maka proses Kuasi bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari para pemangku kepentingan terhadap suksesnya pelaksanaan kuasi reorganisasi BNBR,” lanjut Bobby.
Bobby optimis kinerja Perseroan dimasa mendatang akan semakin membaik. “Kami memiliki komitmen dan semangat yang sangat tinggi untuk dapat mencapai tujuan dan sasaran kerja sebagaimana diuraikan dalam rencana kerja Perseroan ketika mengawali proses Kuasi. Kami juga ingin para pemegang saham Perseroan mendapatkan manfaat dari selesainya proses kuasi reorganisasi ini. Dengan kinerja yang lebih baik, kami berharap Perseroan dapat memberikan nilai tambah kepada para stakeholder-nya dengan membagikan dividen bagi pemegang saham Perseroan sebagai salah satu wujud nyata komitmen kami tersebut,” kata Bobby.
Melalui Kuasi ini, BNBR akan menghapus defisit senilai Rp 34,9 triliun. Defisit itu diantaranya berasal dari nilai akumulasi kerugian bersih, selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali dan rugi investasi jangka pendek yang belum terealisasi. Sampai dengan 30 Juni 2011, BNBR mencatat saldo defisit sebesar Rp 27,7 triliun. Defisit terutama merupakan akumulasi dari kerugian bersih Perseroan sebesar Rp16,5 triliun pada 2008, Rp1,7 triliun pada 2009 dan Rp7,6 triliun pada 2010.
Sejalan dengan pelaksanaan kuasi reorganisasi, Bobby Gafur juga menuturkan bahwa Perseroan akan terus meningkatkan kualitas good corporate governance (GCG). “Sebagai perusahaan yang memiliki entitas bisnis di bursa global, melalui Bumi plc, BNBR berkomitmen untuk menjalankan bisnis sesuai standar dan etika bisnis global. Kami yakin langkah ini akan membawa dampak signifikan bagi bisnis BNBR di masa depan,” tutur Bobby.
Ia juga menegaskan, suksesnya pelaksanaan kuasi reorganisasi membuat neraca keuangan BNBR semakin sehat. Dengan begitu, Perseroan memiliki keleluasaan untuk menjalankan business plan yang telah disusun. Secara finansial, BNBR juga akan lebih mudah untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari eksternal. Sebab, terhapusnya saldo defisit, lanjut Bobby, tentunya akan membuat risiko bisnis BNBR ikut menurun. “Ini memungkinan Perseroan untuk mendapatkan pembiayaan eksternal dengan biaya lebih rendah,” ujar Bobby.
Ia menambahkan, strategi bisnis BNBR saat ini sudah sangat tepat dalam menghadapi turbulensi yang terjadi pada perekonomian global. Apalagi, Perseroan memiliki pengalaman panjang menghadapi dua krisis besar yang pernah terjadi, yaitu krisis moneter di tahun 1997 dan krisis finansial global tahun 2008. Itu sebabnya, Bobby berkeyakinan, strategi yang kini telah dipersiapkan oleh BNBR akan efektif untuk meningkatkan kinerja Perseroan di masa mendatang.
Bobby juga menegaskan bahwa BNBR akan tetap fokus di sektor industri berbasis sumber daya alam dan infrastruktur. Dua sektor tersebut dianggap memiliki prospek dan nilai tambah yang sangat positif. Kendati perekonomian global, khususnya di Eropa sedang mengalami krisis, Bobby meyakini perekonomian Indonesia di tahun 2012 masih akan tumbuh antara 6,6% hingga 7%. “Stabilnya faktor-faktor ekonomi dan keberhasilan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur akan menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan BNBR akan berperan aktif dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tegas Bobby Gafur Umar. []
Informasi lebih lanjut, hubungi:
Media Relations: Siddharta Moersjid, Director, siddharta.moersjid@bakrie.co.id
Investor Relations: Indra Ginting, Chief Investor Relations Officer, indra.ginting@bakrie.co.id
Kunjungi www.bakrie-brothers.com