Thursday, Jan 12, 2012
Group Bakrie Ramai-ramai ke Nigeria
by Kontan
JAKARTA - Perusahaan-perusahaan di dalam Grup Bakrie kini lagi mengincar Nigeria sebagai negara tujuan ekspansi. Selain di sektor perkerbunan, sektor lain yang juga bakal dijajaki adalah sektor energi. PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk dan PT Bakrie Energi Mega Persada Tbk menjadi perusahaan yang siap menjelajah Nigeria.
Ambono Janurianto, Direktur Utama PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk mengatakan, pada tahap awal perusahaannya akan mengembangkan perkebunan seluas 50.000 hektare di Nigeria. Selain perkebunan sawit, sekitar 30% dari luas lahan itu akan digunakan untuk perkebunan karet. Dengan izin sewa lahan selama 99 tahun, Ambono berharap bisnis sawit dan karet di Nigeria akan terns berkembang.
Nantinya, hasil produksi minyak sawit mentah (CPO) yang dihasilkan akan digunakan untuk memasok pasar domestik Nigeria. "Kalau bisa besar kita ingin besar tetapi tergantung kesediaan mereka," kata Ambono saat Jakarta Food Security Summit, Selasa (10/1).
Dia menjelaskan, saat ini Nigeria butuh 1,5 juta ton CPO per tahun. Darijumlah itu, sebanyak 1 juta ton CPO masih impor. Nah, untuk memenuhi kebutuhan 1,5 juta ton CPO itu, setidaknya butuh kebun sawit seluas 250.000 hektare dengan asumsi produktivitas mencapai 4 ton per hektare.
Ambono yakin, investasi di Nigeria cukup menjanjikan. Sebab, ke depan wilayah Afrika akan banyak dilirik untuk basis produksi dan pasar. "Kalau kami tidak masuk ke sana sekarang, nanti kami terlambat," katanya.
Jika produk sawit diperuntukkan untuk pasar domestik, produksi karet untuk pasar ekspor. Untuk memuluskan rencana, maka pada Februari 2012 tim teknis akan datang ke Nigeria untuk mempelajari kecocokan tanah serta mengurus perizinan operasi. "Tanam baru pada 2013, tetapi kita tak hanya membuka lahan baru, juga ada akuisisi lahan yang sudah ada tanaman," ujarnya.
Sektor minyak
Selain perkebunan, sektor energi dan telekomunikasi juga menjadi incaran perusahaan Grup Bakrie. Bahkan menurut Didit Ratam, Direktur Keuangan PT Bakrie Energi Mega Persada Tbk, yang tidakdiikut sertakan dalam ekspansi ke Nigeria hanya perusahaan batubara, PT Bumi Resources Tbk.
Seperti diketahui, saat ini bisnis Grup Bakrie berada di beberapa sektor usaha seperti minyak dan gas, agribisnis, infrastruktur, metal, telekomunikasi, dan properti. "Kami masih menjalani serangkaian pertemuan," kata Didit, Rabu (11/1).
Menurut Didit, Group Bakrie saat ini terns mengadakan pertemuan dan penjajakan dengan para calon mitra di Nigeria. Karena itu, hingga sekarang belum ada putusan spesifik soal rencana ekspansi itu. Yang pasti, keinginan masuk ke bisnis minyak Nigeria, disebabkan produksi minyak di negara tersebut yang terus meningkat.
Menurutnya, peluang ekspansi itu hams climanfaatkan untuk meningkatkan value para pemegang saham. "Tidak boleh membatasi ruang bisnis," ujarnya. Dia mengaku, perusahaan masih menggodok apakah ekspansi ditempuh dengan joint venture, akuisisi, atau mencari lahan baru.
Diharapkan, rencana ekspansi ke Nigeria akan berjalan dalam waktu empat-lima tahun ke depan. Untuk itu perusahaan bakal menyematkan investasi senilai US$ 960 juta di Nigeria. Negara Bagian Ogun dan Akwa Ibom menjadi tujuan ekspansi pertama. []