Wednesday, May 16, 2012
Peraturan Menteri Energi tentang Alokasi Gas Diminta Direvisi
Total saham Bumi yang telah dibeli perseroan hingga 2 April 2012 tercatat 548,59 juta saham atau 2,64 persen senilai 149,98 juta dollar AS.

Wednesday, May 16, 2012
Ekspor Batu Bara Akan Dikenai Bea Keluar
Pemerintah berencana untuk mengeluarkan regulasi untuk mengerem laju ekspor komoditas itu.

Wednesday, May 16, 2012
September, PPJT Proyek 6 Tol Dalam Kota Diteken
Dengan diterbitkannya SP2LP, maka proses pémbebasan tanah diperkirakan bisa dilakukan pada awal 2013.

Tuesday, May 15, 2012
Arutmin Pemasok Batu Bara Terbesar Proyek 10 Ribu Megawatt
Arutmin akan memasok ke beberapa PLTU di Jawa, seperti PLTU Indramayu, Rembang, Pacitan dan Labuan



BNBR 50.00 0.00%
BUMI.JK 1,670.00 -6.18%
UNSP 260.00 -7.14%
ENRG 161.00 -4.17%
BTEL 230.00 +2.22%
ELTY 102.00 -1.92%
BRMS 540.00 -3.50%
DEWA 63.00 -4.55%
BUMI.L 412.20 -1.62%
VIVA 780.00 +8.33%
BRAU 420.00 -1.18%
On Wednesday, May 16, 2012 16:37




Thursday, Jan 26, 2012
Kanal Ketiga 3G Dihargai Rp160 Miliar
by Investor Daily
JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring menyatakan harga kanal ketiga frekuensi 3G pada pita 2,1 GHz sama dengan harga kanal pada tender sebelumnya, yaitu sebesar Rp 160 miliar. Tender akan digelar pada pertengahan 2012. Kanal 3G tersisa yang akan dilelang ada dua kanal.

“Harga satu blok atau kanal akan sama karena sudah ketetapan dari Kementerian Keuangan,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Rabu (25/1). Tifatul mengatakan, saat ini ada dua operator yang berminat dengan kanal ketiga frekuensi 3G itu. Kedua operator itu adalah PT Telkomsel dan PT XL Axiata Tbk. Telkomsel, secara lisan, bahkan telah mengajukan untuk kanal keempat.

“Lelang kanal ketiga nantinya akan dilaksanakan pada kuartal satu tahun ini. Telkomsel sebagai BUMN dan merah putih akan diprioritaskan,” kata Tifatul.

Menkominfo menjelaskan, sesuai ketetapan itu, pemenang tender nantinya harus membayar upfront fee sebesar Rp 320 miliar untuk dua kanal atau blok, yakni blok 11 dan 12. Setelah membayar upfront fee tersebut, pemenang tender harus membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi Rp 160 miliar per tahun. “Ini semua sudah diatur dalam ketetapan, setelah membayar upfront fee, maka dari satu kanal akan ditarik BHP sebesar Rp 160 miliar per tahun,” kata dia.

Tifatul menambahkan, dengan adanya lelang tersebut akan ada penambahan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang disumbang Kementerian Kominfo. Dari 10 blok yang terpakai saat ini, Kominfo bisa mendapatkan PNBP sebesar Rp 35,2 triliun atau sekitar US$ 3,9 miliar untuk jangka waktu pemakaian selama 20 tahun. Angka ini sekaligus membantah pernyataan beberapa pihak yang menyatakan Kominfo melelang frekuensi 3G dengan harga amat murah. “Banyak yang membandingkan harga frekuensi 3G di Indonesia dengan di India. Di India, pembayaran frekuensi sebesar US$ 3 miliar. Padahal harga frekuensi di India itu dibayar di muka sekali seumur hidup,” jelas dia.

Selain itu, ia menambahkan, bersamaan dengan pelelangan kanal ketiga dari frekuensi 3G itu, Kominfo juga akan menata ulang frekuensi 3G. Pada Desember 2011, pemerintah telah menata frekuensi 3G untuk sementara waktu.

Setelah dua kanal 3G terakhir dilelang dan mendapatkan pemenang, Kominfo akan menata frekuensi 3G milik lima operator. Penataan itu untuk menyusun kepemilikan dua kanal frekuensi 3G agar berdampingan. “Pada kuartal I-2012 semua akan contiguous,” ujar dia.

Saat ini, PT Hutchison Charoen Pokphand Telecom (HCPT) atau operator Tri telah memiliki dua kanal yang berada berjauhan, yakni di blok 1 dan 6.

Sedangkan PT Axis Telekom Indonesia juga memiliki dua kanal di blok 2 dan 3. PT Telkomsel memiliki dua kanal di blok 4 dan 5, PT Indosat di blok 7 dan 8, dan XL di blok 9 dan 10. Sedangkan blok 11 dan 12 masih kosong dan siap dilelang pada pertengahan tahun ini.

“Kami juga akan menata kembali frekuensi yang ada sekarang agar semua operator telekomunikasi bisa mendapatkan tempat yang berdampingan,” kata dia.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi I DPR RI Roy Suryo menyambut baik perihal penataan frekuensi tersebut. Operator yang tidak mempunyai kanal yang berdampingan akan susah memberikan layanan kepada masyarakat secara maksimal.

“Dalam frekuensi 3G, kanal yang tidak berdampingan akan susah untuk dioperasikan. Otomatis tidak akan berguna,” kata dia.

Ia berharap, momentum lelang kanal ketiga yang akan digelar pada pertengahan tahun ini bisa membuat semua operator telekomunikasi mendapatkan kanal yang berdampingan. Tak terkecuali, pihak yang nanti memenangkan tender kanal ketiga. []