Wednesday, Feb 22, 2012
2012, Produksi Batubara Tembus 400 Juta Ton
Dari total produksi, besaran batubara yang diekspor mencapai 70-80%. Angka ekspor ini naik sekitar 3,5% dari tahun lalu, yaitu 290-295 juta ton.

Wednesday, Feb 22, 2012
Volatilitas 25 Saham Unggulan Lampaui Indeks
Tingkat volatilitas saham pertambangan meningkat karena lebih aktif ditransaksikan investor setelah sempat mengalami ketertinggalan pada 2011.

Wednesday, Feb 22, 2012
Raw Commodity Export Ban Sparks Smelter Building Boom in Indonesia
DH Energy and its affiliated coal miner will also build a coal upgrading facility to produce up to five million tons of high-calorific value coal.

Wednesday, Feb 22, 2012
Royalti Freeport & Newmont Diminta Naik
Sasaran menaikkan royalti menjadi salah satu dari empat tujuan utama untuk melakukan renegosiasi dengan Freeport dan Newmont.



BNBR 50.00 0.00%
BUMI.JK 2,500.00 -0.99%
UNSP 300.00 +1.69%
ENRG 193.00 +1.04%
BTEL 275.00 -1.79%
ELTY 135.00 -0.74%
BRMS 590.00 +3.51%
DEWA 85.00 0.00%
BUMI.L 92.00 +8.24%
VIVA 540.00 0.00%
On Wednesday, Feb 22, 2012 15:55




Friday, Jan 27, 2012
Investasi Asing Ditargetkan Rp287 Triliun
by Tempo
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan investasi asing tahun ini mencapai Rp 287 triliun, naik Rp 47 triliun dari target tahun lalu yang dipatok pada kisaran Rp 240 triliun. "Itu sudah diperhitungkan termasuk naiknya peringkat investasi kita," kata Deputi Perencanaan Investasi BKPM Tamba P. Hutapea kemarin.

Ia menilai target itu cukup realistis. Iklim investasi membaik setelah dua lembaga pemeringkat asing, Fitch Rating dan Moody's, menaikkan peringkat investasi Indonesia.

Tahun lalu, jumlah investasi asing yang mengalir masuk melebihi jumlah yang ditargetkan. Dari target Rp 240 triliun, jumlah investasi menembus Rp 251 triliun. "Tahun ini kenaikannya diharapkan sekitar Rp 30 triliun," katanya.

Sektor yang menyumbang investasi terbesar pada 2011 adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi dengan nilai US$ 7,8 miliar. Peringkat kedua adalah sektor tambang sebesar US$ 3,6 miliar. Tiga sektor lainnya yang juga diminati asing adalah listrik, gas, dan air dengan nilai US$ 1,9 miliar, sektor logam dasar, mesin dan elektronik sebesar US$ 1,8 miliar, serta sektor kimia dan farmasi dengan nilai US$ 1,5 miliar.

Adapun pada investasi lokal, sumbangan terbesar adalah sektor pangan dan perkebunan sebesar Rp 9,4 triliun, industri kertas dan percetakan sebesar Rp 9,3 triliun, serta sektor listrik, gas, dan air senilai Rp 9,1 triliun. Dua sektor lainnya, transportasi dan gudang Rp 9 triliun, dan sektor industri makanan menyumbang Rp 8 triliun.

Untuk mendongkrak investasi asing, Tamba mengatakan, pemerintah akan mempercepat proses perizinan usaha menjadi 17 hari. "Sebenarnya kita bisa 8 hari kerja," katanya. Di Malaysia dan Singapura, pengurusan izin bisa kelar dalam waktu dua pekan. []