Thursday, Feb 2, 2012
Smartphone Lokal Mulai Ramaikan Pasar di Kuartal II
by Indonesia Finance Today
JAKARTA – Produk smartphone lokal akan mulai meramaikan pasar handset di Indonesia pada kuartal II tahun ini. Vendor handset lokal ingin bersaing di pasar smartphone yang sedang didominasi brand global seperti BlackBerry dan Samsung Mobile.
Martono Jaya Kusuma, Chief Executive Officer Selular Group, pemilik merek Nexian, mengatakan mulai kuartal II smartphone merek lokal akan masuk ke pasar, setelah vendor handset mempersiapkannya sesuai dengan kebutuhan konsumen. Nexian memfokuskan diri pada penjualan smarpthone pada tahun ini karena adanya tren pertumbuhan penjualan smartphone di Indonesia.
“Pada tahun ini Nexian melanjutkan diferensiasi produk dengan menjadi vendor handset yang mendukung akses internet atau mobile internet di Indonesia, sebab handset kini menjadi salah satu perangkat utama masyarakat Indonesia mengakses internet. Teknologi mobile internet ini akan menjadi platform bagi produk-produk baru Nexian yang dipasarkan pada tahun ini,” kata Martono kepada IFT.
Menurut Martono, strategi perusahaan saat ini adalah menawarkan produk-produk yang bisa mendukung aktivitas masyarakat termasuk mengakses internet secara mobile. Hingga Oktober 2011, penjualan Nexian di seluruh Indonesia mencapai 10 juta unit sejak dipasarkan 2006.
Vendor lokal lainnya, PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) juga akan meningkatkan pemasaran smartphone merek sendiri pada tahun ini. Perusahaan menganggarkan dana Rp 120 miliar-Rp 200 miliar untuk mengembangkan smartphone merek TiPhone.
Hengky Setiawan, Komisaris Utama PT TiPhone Mobile, mengatakan perusahaan memprioritaskan smartphone dari rencana pemasaran 20-40 model baru handset TiPhone pada tahun ini. "Dengan menggunakan sistem operasi Android, perusahaan fokus mengembangkan smartphone untuk segmen menengah ke bawah," kata Hengky.
TiPhone telah menjalin kerja sama dengan vendor chipset Qualcomm dan operator PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), untuk menyediakan perangkat smartphone seharga Rp 900 ribu per unit. Pada tahun ini perusahaan menargetkan penjualan handset merek TiPhone tumbuh sekitar 20% menjadi sekitar Rp 800 miliar dibandingkan tahun lalu yang tercatat Rp 665,6 miliar. Perusahaan menargetkan penjualan handset TiPhone berkontribusi sekitar 10% terhadap pendapatan usaha tahun ini yang diestimasikan Rp 8 triliun.
Pada tahun lalu TiPhone mengklaim memiliki pangsa pasar sekitar 20% dari handset merek lokal yang beredar di Indonesia. Lembaga riset Growth from Knowledge (GfK) memperkirakan pasar handset di Indonesia pada tahun ini mencapai 44,8 juta unit. Pasar smartphone akan mencapai 9,9 juta unit atau setara 22,1%, sedangkan sisanya diisi oleh produk featurephone. Pangsa pasar handset merek lokal diperkirakan sekitar 40%.
Sementara Frost & Sullivan mencatat Indonesia merupakan pasar seluler terbesar ketiga di Asia, setelah China dan India. Indonesia mencatat pertumbuhan rata-rata (CAGR) sebesar 20,6% selama periode 2007-2010.
Target Samsung Mobile
Vendor handset global dari Korea Selatan, Samsung, menargetkan menguasai pasar smartphone di Indonesia pada tahun ini. Perusahaan mulai menjual smartphone segmen high end terbaru, yakni Galaxy Nexus, bekerja sama dengan Google Inc, untuk menarik konsumen smartphone.
Fabiant Kayatmo, Marketing Manager PT Samsung Indonesia, sebelumnya mengatakan perusahaan berencana untuk menguasai pasar smartphone di Indonesia, sebab berdasarkan kinerja di akhir 2011, pangsa pasar Samsung berada di posisi kedua, setelah BlackBerry dari Research In Motion Limited (RIM). Perusahaan tidak bersedia memerinci informasi tersebut.
Untuk meningkatkan penjualan, Samsung juga memasarkan smartphone secara lengkap mulai dari entry level hingga high end. Perusahaan juga memperbanyak jaringan layanan purnajual melalui Samsung Mobile Plaza menjadi 100 unit di tahun ini dari 27 unit di tahun lalu.
Djatmiko Wardoyo, Director of Marketing and Communications PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), distributor handset, mengatakan pada 2011 penjualan Samsung cukup besar terhadap penjualan handset di jaringan toko perusahaan, yakni 30%-40%. Penjualan Samsung hampir sama besar dengan penjualan BlackBerry. []