Friday, Feb 3, 2012
Transaksi Perdagangan Cetak Rekor
by Bisnis Indonesia
Transaksi perdagangan saham harian mencatatkan level tertinggi sejak 13 Oktober 2011, meski implementasi soal pemisahan rekening efek dan modal kerja bersih disesuaikan sudah berlaku dalam 2 hari. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 2 Februari 2012, transaksi harian hari kemarin mencapai 183.050 kali, tertinggi sejak 13 Oktober tahun lalu, ketika transaksi dicatatkan sebanyak 197.673 kali.
Adapun, nilai perdagangan saham harian mencapai Rp6,53 triliun juga merupakan level tertinggi sejak 19 Januari 2012 yang saat itu menembus Rp6,82 triliun. Nilai transaksi beli bersih (net buy) investor asing harian yang tercatat Rp556,28 miliar kemarin, masih merupakan level tertinggi sejak 19 Januari 2012 ketika investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih Rp859,53 miliar.
Sebagai perbandingan, rerata nilai transaksi harian di BEI mencapai Rp4,13 triliun dari transaksi 4,64 miliar saham per hari dan rerata frekuensi transaksi 124.647 kali. Pada 2011, rerata nilai transaksi saham mencapai Rp4,95 triliun per hari dari transaksi 4,87 miliar saham per hari dan frekuensi 113.454 kali.
Pada 1 Februari 2012, transaksi harian mencapai Rp4,63 triliun, masih lebih tinggi dari rerata transaksi Januari 2012, yaitu Rp4,13 triliun. Direktur Utama PT OSO Securities Hamdriyanto mengatakan penerapan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) dan pemisahan rekening efek berpengaruh ter hadap transaksi kemarin, tetapi hal itu tidak terlalu signifikan.
Pasalnya, sebagian besar pihak yang menjalankan pemisahan rekening adalah nasabah aktif. “Pengaruh jelas ada terhadap tran saksi harian, tetapi kita perlu melihat prioritas broker dalam hal pemisahan rekening efek itu. Pengaruh ada, tetapi tidak besar,“ kata Hamdriyanto kemarin.
Jumlah rekening
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah rekening nasabah yang sudah dipisah dari rekening perusahaan efek hingga 31 Januari 2012 mencapai 21,87% atau 70.000 rekening dari total rekening yang ada, yaitu 320.000 rekening.
Namun, KSEI optimistis transaksi akan berjalan dengan baik dan pengaruh terhadap transaksi tidak signifikan, karena bagi nasabah yang sudah menyerahkan dokumen dan belum dibuatkan rekening terpisah, dananya sudah disimpan di KSEI.
“Kami cukup optimistis. Meski rekening dana belum dibuka, tetapi jika investor sudah memasukkan dokumen formulir pembukaan rekening ke bank dan dana mereka sudah ada di KSEI, in vestor masih bisa trading,“ kata Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Margeret Mutiara Tang.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito mengatakan pihaknya belum bisa memperkirakan bagaimana potensi jumlah transaksi ke depan. Namun, data transaksi harian mencapai Rp4,6 triliun dan mengindikasikan transaksi berjalan dengan normal.
“Bisa tanya ke broker bagaimana pengaruhnya. Namun, transaksi berjalan normal saja. Hal ini memang menjadi sesuatu yang berat, apalagi pemisahan rekening bagi broker yang punya nasabah ribuan,“ katanya.
Per 1 Februari 2012, regulator menetapkan tenggat pemisahan rekening efek. Berdasarkan regulasi, jika ada nasabah yang belum memisahkan rekening, konsekuensinya adalah nasabah itu tidak dapat bertransaksi.
Namun, masih ada jeda selama 14 hari kerja atau hingga 21 Februari 2012 bagi nasabah yang belum dibukakan rekening dana. []