Wednesday, Aug 20, 2014
Saingi RI, Produsen Karet Thailand Minta Aturan Ekspor Diubah
Tahun ini, harga-harga karet global terhitung merosot lebih dari 25 persen karena adanya permintaan yang terlalu besar dari China.

Wednesday, Aug 20, 2014
Harga Karet Turun Drastis
Turunnya karet ditingkatan petani karena harga pembelian oleh toke karet di gudang penampungan seiring dengan lemahnya harga karet di pasar dunia

Wednesday, Aug 20, 2014
Harga CPO (19/8/2014): Ditutup Anjlok 1,19%
Perdagangan Senin harga komoditas berhenti di level 2.099 ringgit malaysia per ton atau melemah 0,38%.

Wednesday, Aug 20, 2014
Ekspor Nonmigas Bisa Capai US$200 M di 2015
Pendorong utama ekspor non migas ini masih berasal dari kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 111.00 -0.89%
BRMS 270.00 +0.37%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 185.00 +0.54%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 89.00 +1.14%
MDIA.JK 1,850.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 291.00 +1.04%
On Wednesday, Aug 20, 2014 09:38




Thursday, Mar 22, 2012
VIVA Perkuat Kualitas dan Distribusi Konten
by VIVAnews.com
VIVAnews - PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) dan anak perusahaan saat ini dalam proses negosiasi dengan beberapa majors dan suppliers untuk akuisisi berbagai konten berkualitas. Perusahaan berkeyakinan bahwa konten-konten itu akan dapat memenuhi kebutuhan sekaligus memanjakan pemirsa di seluruh Indonesia dengan konten-konten yang menarik, atraktif, dan menghibur.

"Perusahaan akan segera mengumumkan ke publik hasil negosiasi dengan pihak ketiga tersebut," kata Presiden Direktur VIVA, Erick Thohir, dalam penjelasan tertulis yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu 21 Maret 2012.

Kemarin, Visi Media Asia telah melaksanakan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut manajemen memaparkan berbagai perkembangan terkini mengenai kinerja keuangan dan operasional perusahaan.

RUPSLB menyetujui dua hal penting. Pertama, para pemegang saham yang hadir dengan suara bulat menyetujui rencana perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Awalnya, dalam prospektus disebutkan bahwa sekitar 40 persen dari dana IPO plus dana kas internal akan digunakan untuk membayar utang kepada Credit Suisse.

"Dengan disetujuinya perubahan ini, untuk tahap awal hanya sekitar 20 persen dari dana IPO yang akan digunakan untuk membayar pokok pinjaman kepada Credit Suisse," ujar Erick.

Sisanya, termasuk dana kas internal akan digunakan untuk mengakuisisi konten-konten berkualitas yang memiliki hak siar (broadcasting rights) lebih dari satu tahun. Selain itu, untuk peluncuran kanal olahraga di platform TV berbayar dengan call sign SportOne dan pengembangan berbagai kanal digital di portal VIVAnews.

Kanal SportOne direncanakan diluncurkan akhir tahun ini untuk memperkuat distribusi dan diseminasi konten-konten olahraga yang saat ini dimiliki serta nantinya akan diakuisisi perusahaan. Berdasarkan data-data riset yang tersedia, perusahaan berkeyakinan bahwa kanal olah raga akan mendapat sambutan positif dari pelanggan TV berbayar.

Selain itu, VIVA melalui PT Viva Media Baru, operator VIVAnews akan memanfaatkan dana IPO untuk memperkenalkan produk-produk digital online baru kepada para visitor dan masyarakat Indonesia dengan hadirnya beberapa situs baru. VIVAsocio bukan hanya sekadar social media, namun akan menjadi ajang bagi visitor, user, dan komunitas internet untuk memasang iklan atau menjual produk mereka melalui electronic commerce (e-commerce).

Selain VIVAsocio, komunitas internet akan dimanjakan oleh VIVAlife yang akan menjadi situs rujukan gaya hidup dan hiburan (lifestyle dan entertainment). Selanjutnya, terdapat VIVAbola, sebuah situs sepakbola yang memberikan informasi terkini seputar sepakbola Indonesia dan dunia, jadwal hingga skor pertandingan.

Situs-situs baru tersebut bersama dengan VIVAnews akan berada di bawah portal VIVA yang dapat diakses melalui www.viva.co.id. Inovasi-inovasi baru dengan nilai strategis ini diharapkan dapat melayani kebutuhan masyarakat Indonesia akan informasi yang terpercaya dan menghibur dengan memanfaatkan konvergensi teknologi.