Friday, Aug 29, 2014
Bergejolaknya Harga CPO Belum Pengaruhi Petani Sawit
Jadi pada saat harga internasional turun, mungkin si pengusaha atau ekspotir belum terlalu menekan harga di tingkat petani kelapa sawit.

Friday, Aug 29, 2014
GLOBAL FORUM : Kominfo-UNESCO Hasilkan Roadmap Bali
Roadmap cukup kompleks, media memang menjadi pusatnya, tetapi ini juga mencakup peran pemerintah, UNESCO dan pengguna media.

Friday, Aug 29, 2014
Industri Baja Diyakini Masih Tumbuh, Perlu Dukungan Pemerintah
Kerugian industri besi dan baja dunia dipengaruhi masih berlanjutnya konsolidasi finansial sebagai akibat krisis keuangan global 2013.

Thursday, Aug 28, 2014
Ganti Logo, Energi Mega Genjot Pendapatan
Produksi perseroan kini mulai fokus pada sektor gas.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 113.00 +1.80%
BRMS 266.00 -0,37%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 196.00 +1,03%
DEWA 50,00 0,00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 90.00 0.00%
MDIA.JK 1,850.00 +1.65%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 335.00 +1.52%
On Friday, Aug 29, 2014 11:10




Wednesday, Mar 28, 2012
Asyik Tak Perlu Punya Komputer untuk Akses Internet!
by Kontan
Melalui Klik On, Bakrie Telecom berupaya menyusul Telkom menghadirkan internet di layar televisi

KEHAUSAN masyarakat akan akses dunia internet memang makin tak terbendung. Berselancar di dunia maya tak lagi menjadi kebutuhan, bahkan sudah bagian dari gaya hidup. Jangan heran, Anda semakin jarang mendapatkan sapaan melalui pesan singkat (SMS) dari teman dan tergantikan dengan sapaan yang datang dari beberapa situs jejaring sosial.

Menyadari potensi besar akses internet tersebut, para operator jaringan internet pun makin gencar melakukan aneka inovasi. Menawarkan akses internet melalui modem portabel sudah, bersaing menyodorkan paket berlangganan internet harga miring pun sudah. Selanjutnya, menyuguhkan internet di televisi tampaknya bakal menjadi ladang kompetisi baru.

Corporate Services Director PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), Rakhmat Junaidi, mengatakan, pengguna personal computer (PC) dart- komputer jinjing di Indonesia hanya sekitar 6 juta - 7 juta orang. Sedangkan, jumlah pemilik televisi (TV) di Indonesia lebih dari 50 juta orang. "Artinya, ada peluang yang besar untuk memanfaatkan pemilik TV ini," katanya.

Direktur Utama TelkomVision Elvizar K.H. mengutarakan optimisme yang sama. Menurutnya, perkembangan televisi tak pernah berhenti. Tak heran, televisi selalu berbenah diri untuk menghadirkan teknologi yang makin berkualitas, seperti gambar yang makin bening, kebisaan merekam sampai kemampuan untuk terhubung dengan jaringan internet. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh para operator jaringan internet.

Plug and play ala Klik On

Produk gres yang menghadirkan internet di layar TV adalah Klik On. Produk keluaran BTEL ini baru ditawarkan pekan lalu. "Ini adalah perangkat revolusioner yang terhu'bung dengan televisi rumah untuk berkomunikasi dengan dunia melalui akses internet," ungkap Anindya Novyan Bakrie, Presiden Direktur BTEL, dalam keterangan tertulisnya kepada media.

Jantung Klik On terletak pada kotak yang disebut smart box. Kotak yang dilengkapi dengan keyboard wireless, remote control, dan internet USB modem ini harus dihubungkan dengan televisi agar koneksi internet bisa tersambung. Rakhmat mengklaim, Klik On bisa dihubungkan ke semua jenis televisi, tak terkecuali televisi berbadan tambun alias TV layar tabung.Cara menghubungkannya pun tinggal colok alias plug and play.

Setelah terhubung, Anda bisa segera berselancar di dunia maya layaknya Anda inengaksesnya dari layar PC atau komputer jinjing. Beberapa konten situs yang bisa dikun,jungi, seperti Facebook, Google, Gmail, Detik, Kompas, dan Viva News.

Tanpa menyebutkan jumlah pasti konten yang bisa diakses, Rakhmat menjelaskan, sejauh ini ada puluhan konten yang bisa diakses melalui Klik On. "Jumlah konten di dunia ada ribuan dan konten dalam Klik On akan bertambah tiap harinya," promo Rakhmat. Namun, secara khusus BTEL juga melakukan pemblokiran pada situs-situs tertentu yang berbau pornografi.

Untuk bisa menikmati kecanggihan Klik On, Anda harus merogoh kocek Rp 995.000 untuk harga perangkat Klik On. Sementara, biaya berlangganan setiap bulannya Rp 125.000.

Meski optimistis dengan pasar internet TV, Rakhmat mengatakan, BTEL belum mematok target serapan pasarnya. Alasan Rakhmat, BTEL sedang fokus mengembangkan teknologi.

Groovia TV perlebar pasar

Sementara itu, sebagai pionir yang menghadirkan teknologi inter- net melalui layar kaca sejak pertengahan 2011, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) seperti tak rela disusul kompetitor. Elvizar menjelaskan, tahun ini TLKM melebarkan pasar Groovia TV menjadi 12 kota atau daerah, dari yang sebelumnya hanya menyasar lima tempat. Beberapa pangsa pasar Groovia adalah Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Makassar, dan Pekanbaru.

Meski sama-sama menghadirkan internet di TV, teknologi yang dihadirkan Groovia TV berbeda dengan Klik On. Groovia TV mengadopsi teknologi Internet Protocol (IP).

Teknologi broadband yang mendukung Groovia TV memungkinkan tersedianya layanan konvergen bentuk siaran televisi, video,teks, gratis, data, clan telepon yang disalwkan ke pelanggan melalui jaringati IP. Menariknya, Groovia TV juga mempunyai fitur yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan record, pause, dan rewind tayangan TV favoritnya. Selain itu, ada fasilitas video on demand (VoD), game on tine, dan karaoke.

Elvizar mengatakan, harga berlangganan Groovia TV mulai dari Rp 275.000. "Pelanggan Speedy yang sudah existing juga bisa meng-up grade untuk menjadi pelanggan Groovia," terang Elvizar. TLKM menargetkan, tahun ini Groovia menggaet 250.000 pelanggan. Saat ini Groovia sedang dikembangkan agar bisa diakses melalui smartphone. Caranya, dengan menggandeng anak perusahaannya, PT Telkomsel. Realisasinya kirakira setahun ke depan. []