Friday, Apr 17, 2015
Investor Properti Masih Menunggu Kepastian
Pengaruh depresiasi rupiah, stabilitas ekonomi dan persaingan, mengakibatkan sektor properti secara keseluruhan melambat pada awal 2015.

Friday, Apr 17, 2015
Pertumbuhan 5% Tidak Cukup Jadikan Indonesia Negara Maju
Angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sulit membuat Indonesia keluar dari negara dengan pendapatan penduduk menengah.

Friday, Apr 17, 2015
Indonesia Kekurangan SDM Bidang Infrastruktur
Bangsa ini harus mengejar ketertinggalan. Salah satunya perlu mengirimkan ribuan orang terbaik Indonesia ke luar negeri untuk belajar.

Friday, Apr 17, 2015
Selain Ekspor, Pemerintah Fokus Pasok CPO Domestik
Indonesia kini tercatat sebagai negara produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar pertama di dunia.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 96.00 -3.03%
BRMS 160.00 0.00%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 82.00 0.00%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 84.00 -1.18%
MDIA.JK 3,750.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 494.00 -1.00%
On Friday, Apr 17, 2015 09:52




Wednesday, Apr 18, 2012
Kondominium Bisa Menggelembung
by Kompas
Kondominium di Jakarta berpotensi menggelembung. Hal itu karena suplai terus naik, tetapi tingkat hunian cenderung menurun. Managing Director Tenant Strategies & Solutions Cushman & Wakefield Indonesia David Cheadle dalam paparan di Jakarta, Selasa (17/4), mengemukakan, tingkat okupansi kondominium tahun 2012 diprediksi turun karena suplai berlebihan.

Ada beberapa indikator sektor properti mengalami penggelembungan, yakni harga pasar properti naik signifikan sehingga jika dibandingkan dengan pendapatan sewa tidak mampu dijangkau masyarakat menengah. Juga kondisi properti yang tingkat kekosongan tinggi, tetapi pembangunan terus dilakukan, serta persentase dalam pertumbuhan domestik bruto.

Pada kuartal I-2012, Januari-Maret, tingkat okupansi kondominium hanya 64,4 persen, turun 1,4 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sepanjang tahun 2011 ada 106 proyek baru yang bersaing di pasar kondominium dengan total pasokan 44.829 unit, belum termasuk rumah susun sederhana milik. Sementara pada kuartal I-2012 ada tujuh proyek baru dengan total 3.013 unit yang diluncurkan untuk menengah ke bawah sampai menengah atas.

Harga rata-rata kondominium di pusat bisnis Jakarta (CBD) sudah Rp 20,33 juta per meter persegi, naik 2,2 persen dari kuartal sebelumnya. Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menegaskan, suplai kondominium akan kian banyak tahun 2012 dan 2013. Sekitar 30 persen di antaranya masuk ke pasar sewa sehingga menekan harga sewa tahun ini.

Di tengah menurunnya pembelian dan sewa kondominium di Indonesia, investasi konsumen Indonesia untuk pasar residensial dan kondominium di pasar luar negeri diprediksi terus naik. Perusahaan properti besar asal Australia, Crown Group, menargetkan, konsumen asal Indonesia untuk proyek Crown Group akan tumbuh dari Rp 300 miliar per tahun menjadi Rp 1 triliun selama tahun 2012-2013.

CEO Crown Group Iwan Sunito mengemukakan, komposisi konsumen Indonesia untuk proyek properti Crown Group tahun 2011 mencapai 10 persen. Total proyek Crown Group untuk residensial, pusat perbelanjaan, dan perkantoran sebesar Rp 25 triliun dalam 3-4 tahun ini. []