Wednesday, Feb 25, 2015
BI Rate Turun, Permintaan Properti Tak Terpengaruh
BI Rate tidak akan berberkontribusi dalam mendorong pertumbuhan pada perkembangan pasar properti di Indonesia.

Wednesday, Feb 25, 2015
MEA Berlaku, Pemerintah Kurang Libatkan Pengusaha
Masih banyak (pelaku) usaha yang belum bisa melihat benefit apa yang bisa diambil dari MEA ini

Wednesday, Feb 25, 2015
Proyek Infrastruktur Tak Didanai Bank Nasional
Pemerintah akan gunakan mekanisme lain, seperti dana official development assitance atau ADB , karena kapasitas bank di dalam negeri terbatas

Wednesday, Feb 25, 2015
Harga CPO masih rawan terpangkas
Harga CPO juga tumbang 2,65%. Meski demikian, harganya sudah naik tipis 0,5% dibandingkan akhir tahun lalu.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 83.00 +1.22%
BRMS 220.00 -1.35%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 96.00 +1.05%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 98.00 +1.03%
MDIA.JK 3,575.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 510.00 -0.97%
On Wednesday, Feb 25, 2015 11:23




Wednesday, Apr 18, 2012
Kondominium Bisa Menggelembung
by Kompas
Kondominium di Jakarta berpotensi menggelembung. Hal itu karena suplai terus naik, tetapi tingkat hunian cenderung menurun. Managing Director Tenant Strategies & Solutions Cushman & Wakefield Indonesia David Cheadle dalam paparan di Jakarta, Selasa (17/4), mengemukakan, tingkat okupansi kondominium tahun 2012 diprediksi turun karena suplai berlebihan.

Ada beberapa indikator sektor properti mengalami penggelembungan, yakni harga pasar properti naik signifikan sehingga jika dibandingkan dengan pendapatan sewa tidak mampu dijangkau masyarakat menengah. Juga kondisi properti yang tingkat kekosongan tinggi, tetapi pembangunan terus dilakukan, serta persentase dalam pertumbuhan domestik bruto.

Pada kuartal I-2012, Januari-Maret, tingkat okupansi kondominium hanya 64,4 persen, turun 1,4 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sepanjang tahun 2011 ada 106 proyek baru yang bersaing di pasar kondominium dengan total pasokan 44.829 unit, belum termasuk rumah susun sederhana milik. Sementara pada kuartal I-2012 ada tujuh proyek baru dengan total 3.013 unit yang diluncurkan untuk menengah ke bawah sampai menengah atas.

Harga rata-rata kondominium di pusat bisnis Jakarta (CBD) sudah Rp 20,33 juta per meter persegi, naik 2,2 persen dari kuartal sebelumnya. Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia Arief Rahardjo menegaskan, suplai kondominium akan kian banyak tahun 2012 dan 2013. Sekitar 30 persen di antaranya masuk ke pasar sewa sehingga menekan harga sewa tahun ini.

Di tengah menurunnya pembelian dan sewa kondominium di Indonesia, investasi konsumen Indonesia untuk pasar residensial dan kondominium di pasar luar negeri diprediksi terus naik. Perusahaan properti besar asal Australia, Crown Group, menargetkan, konsumen asal Indonesia untuk proyek Crown Group akan tumbuh dari Rp 300 miliar per tahun menjadi Rp 1 triliun selama tahun 2012-2013.

CEO Crown Group Iwan Sunito mengemukakan, komposisi konsumen Indonesia untuk proyek properti Crown Group tahun 2011 mencapai 10 persen. Total proyek Crown Group untuk residensial, pusat perbelanjaan, dan perkantoran sebesar Rp 25 triliun dalam 3-4 tahun ini. []