BNBR 50 0.00%
BUMI 1690 -0.59%
UNSP 275 0.00%
ENRG 88 -3.30%
BTEL 173 0.00%
ELTY 114 0.00%
On Thursday, Sep 2, 2010 16:43




Thursday, Nov 12, 2009
Likuiditas Makin Solid, Kinerja BNBR Sangat Menjanjikan
by

Finansial  BNBR  pada  semester  pertama  tahun  2009  lalu  memberikan indikasi  bahwa  kinerjanya sebagai  perusahaan  investasi,  nyata  telah  mulai  pulih,  dan  memberikan  optimisme  serta  gairah  baru.


Memasuki  paruh  kedua  tahun  ini,   PT  Bakrie  &  Brothers  Tbk  (BNBR)
memperlihatkan  kinerja  baik.   Indikator‐indikator  finansial  BNBR  pada
semester  pertama  tahun  2009  lalu  memberikan  indikasi  bahwa  kinerjanya
sebagai  perusahaan  investasi,  nyata  telah  mulai  pulih,  dan  memberikan
optimisme  serta  gairah  baru  bahwa  kinerja  dan  fundamental  BNBR  pada
periode‐periode waktu berikutnya akan lebih baik.


Managing Director/CEO BNBR Bobby Gafur Umar optimis, dalam waktu tidak
terlalu  lama  perusahaan  yang  dipimpinnya  benar‐benar  akan  mampu
mencatatkan  kinerja  finansial  yang  kembali  cemerlang. ʺTanda‐tanda  dan
kecenderungannya  sudah  terlihat  sejak awal  semester pertama 2009.  Catatan
finansial  kami  di  semester  pertama  2009  jelas  telah merefleksikan  kemajuan
dan  perkembangan‐perkembangan  yang  positif  tersebut.  Kepercayaan  pasar
terhadap  fundamental  operasional  dan  keuangan  perseroan  juga  telah  pulih
dengan mulai meningkatnya harga saham menuju kisaran harga yang wajar,”
katanya di Jakarta.

Sebagaimana diketahui bahwa harga saham BNBR di bulan Maret 2009 masih
bertengger di harga Rp 50 dan enam bulan kemudian telah melesat  lebih dari
250%  ke  kisaran  harga  Rp  130. Dalam  perdagangan  Jumat  pekan  lalu  (9/10)
saham BNBR ditutup pada harga Rp 128.

Bersamaan dengan ini BNBR juga telah menyelesaikan pembayaran salah satu
kewajiban  terkait  MSN  yang  jatuh  tempo  pada  tanggal  25  September  lalu
sebesar Rp 405 milyar, secara tunai dan tepat waktu. “Ekonomi domestik yang
relatif stabil, serta mulai pulihnya ekonomi dunia menambah keyakinan kami
di jajaran manajemen BNBR,” ujarnya.  
 
Likuiditas Solid
Dalam laporan keuangan Juni 2009 ini, BNBR membukukan penurunan dalam
pendapatan dibandingkan tahun lalu. ʺRevenue pada semester pertama 2009 ini
tercatat  sebesar  Rp.3,464  triliun  yang  lebih  kecil  dibandingkan  perolehan
semester pertama 2008 yang mencapai Rp.3,925 triliun. Perolehan pendapatan
yang  belum  terlalu  memuaskan  tersebut,  menurut  Bobby,  antara  lain  juga 
disebabkan  melemahnya  harga  komoditas  kelapa  sawit  dan  karet  di  pasar
internasional yang kemudian mempengaruhi perolehan pendapatan PT Bakrie
Sumatera  Plantations  Tbk,   serta  penurunan  pendapatan  anak  usaha  yang
bergerak di bidang metal dan infrastruktur, terkait dengan banyaknya proyek
yang ditunda terkait dengan krisis ekonomi dan turunnya harga minyak bumi.  
“Meski  demikian,  kontribusi  PT  Bakrie  Telecom  Tbk  terhadap  pendapatan
Perseroan pada semester pertama 2009 ini sangat menggembirakan. PT Bakrie
Telecom  Tbk  pada  semester  pertama  ini mencatatkan  perolehan  pendapatan
usaha  bersih  sebesar  Rp.1,331  triliun,  meningkat  41,9%  dibanding  semester
pertama 2008,” ujar Bobby. 


Dalam  laporan  keuangan  Semester  I  2009  yang  disampaikan  kepada  Bursa
Efek  Indonesia  (BEI)  hari  Senin  (12/10)  ini,  hingga  Juni  2009,  BNBR
membukukan  kerugian  bersih  Rp  124,5  miliar,  sedangkan  di  periode  yang
sama  2008 mencatatkan keuntungan bersih  sebesar Rp  590 miliar.  Sementara
itu, dibukukan laba usaha Rp 400 miliar dibandingkan semester I 2008 sebesar
Rp 611 miliar. 

Laporan  keuangan  BNBR  juga  mencatatkan  kenaikan  Earnings  Before  Tax,
Depreciation  and  Amortization  (EBITDA)  sebesar  Rp  111  miliar  atau  12,54%,
menjadi Rp  996 miliar  di  Juni  2009,  dibandingkan  periode  yang  sama  tahun
lalu sebesar Rp 885 miliar.

Eddy  Soeparno,  Chief  Financial  Officer  BNBR mengatakan,“Dengan  kenaikan
EBITDA  BNBR,  maka  kemampuan  kami  untuk  memenuhi  kewajiban‐
kewajiban, kini sangat membaik. Perseroan kini memiliki  likuiditas yang  jauh
lebih solid dibanding masa sebelumnya”.

Dijelaskan pula oleh Eddy, “Net  loss  sebenarnya  akan menjadi positif  (profit)
sebesar Rp 104,5 miliar sebelum dampak kerugian buku senilai Rp 229,5 miliar
dari program rasionalisasi asset diperhitungkan. 
 
Seperti  telah  diberitakan  oleh  beberapa  media  belum  lama  ini,  pada  bulan
April  2009  BNBR  telah  melepas  PT  Seamless  Pipe  Indonesia  Jaya  kepada
Tenaris SA, sebuah grup industri pipa terkemuka di dunia yang memang telah
lama  menjadi  strategic  partner  BNBR  sebagai  produsen  pipa  tanpa  kampuh
terbesar di Indonesia tersebut.
Penurunan  perolehan  laba  bersih  juga  disebabkan  mengecilnya  porsi
kepemilikan  Perseroan  atas  portofolio  (anak  usaha)  dibandingkan  tahun
sebelumnya,  dimana  di  dalam  laporan  keuangan  pada  Juni  2009  tercatat
komposisi  kepemilikan  BNBR  pada  PT  Bakrie  Sumatera  Plantations  Tbk
(UNSP)  sebesar  41,78%,  PT  Bakrie  Telecom  Tbk  (BTEL)  49,4%,  PT  Bumi
Resources (BUMI) 16,6%, PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) 14.57% dan
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) 43,2%
Bobby mengungkapkan bahwa Perseroan mempunyai  rencana meningkatkan
kepemilikan  di  beberapa  portfolio  investasinya  melalui  beberapa  program
buyback  yang  telah  di  tanda  tangani  tahun  lalu  dan  juga  membeli  melalui
mekanisme pasar. “Kami  sangat optimis dengan  situasi ekonomi global yang
sudah mulai membaik, naiknya harga minyak bumi di atas level USD70/barrel
dan  hingga  saat  ini  seluruh  portofolio  perusahaan  dalam  group  BNBR
menunjukkan kinerja yang  sangat menggembirakan, maka prospek ke depan
BNBR  akan  sangat  cerah.  Sehubungan  dengan  hal  ini,  kami  merencanakan
memperbesar  porsi  kepemilikan  atas  portfolio  investasi  yang  ada  sekarang,
dan  tidak menutup  pula  kemungkinan masuk  ke  investasi  baru  yang masih
under valued atau juga mempunyai upside potential yang menjanjikan”.
Laporan keuangan BNBR  juga mencatat  total asset hingga  Juni 2009 mencapai
Rp 26,112 triliun dibandingkan Juni 2008 sebesar Rp 26,101 triliun
Kewajiban jangka pendek turun sebesar Rp. 10,491 triliun atau turun 71%, dari
Rp  14,689  triliun  di  Juni  2008  menjadi  Rp  4,198  triliun  ditahun  2009. 
Sedangkan total kewajiban perseroan menurun sebesar Rp 3,371 triliun dari Rp
18,609  triliun pada periode  yang  sama  tahun  sebelumnya menjadi Rp  15,238
triliun hingga Juni 2009 atau turun sebesar 18%. 
“BNBR telah secara nyata menurunkan beban hutangnya serta merampungkan
restrukturisasi sejumlah hutangnya, khususnya hutang jangka pendek menjadi
jangka  panjang,  yang  akan  jatuh  tempo  pada  tahun  2012.   Ini  merupakan
keberhasilan manajemen dalam melakukan debt restructuring yang diselesaikan
dalam waktu singkat pada bulan April 2009 lalu,” ujar Eddy menjelaskan.
 
Rencana Ke Depan
Optimisme  akan  kinerja  yang  lebih  cemerlang  pada  periode‐periode  waktu
yang  akan datang  juga  tergambar dari  sejumlah  indikator  lainnya. Misalnya,
kinerja  dan  fundamental  anak  usaha  yang menjanjikan,  peningkatan modal
kerja dan  fixed assets yg produktif, menurunnya  jumlah utang  jangka pendek,
peningkatan hampir dua kali lipat total equity shareholders. 

Manajemen  baru  yang  ditunjuk  pada  akhir  Juni  2009  lalu,  diketahui  sedang
merampungkan  tahap ke dua dari  finalisasi  rencana  strategis  jangka panjang
perseroan. ”Kami sudah memasuki  tahap ke dua dari penyelesaian Blue Print
sebagai  dasar  dari  perencanaan  strategis  BNBR  yang  akan  siap  pada  akhir
Oktober 2009 ini” demikian penjelasan Bobby.

Selain  itu,  untuk  menggaet  investor  baru  dan  meningkatkan  kepercayaan
pasar, manajemen BNBR  juga merencanakan akan melakukan roadshow dalam
waktu  dekat  ini.  Bobby mengungkapkan:  “Dengan  pencapaian  kinerja  yang
menggembirakan  serta  kesiapan  perencanaan  jangka  panjang  perseroan  ke
depannya,  manajemen  akan  melakukan  roadshow  ke  beberapa  negara  di
kawasan  regional,  serta  akan  dilanjutkan  juga  ke  beberapa  negara Asia  dan
Eropa,” kata Bobby.
 
 
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Siddharta Moersjid
Chief Communications and Administration Officer
 PT Bakrie & Brothers Tbk
Ph: +62 21 579 42041
Email:  siddharta.moersjid@bakrie.co.id