Thursday, Nov 12, 2009
BNBR Perkokoh Fundamental Menjadi Perusahaan Investasi Yang Tangguh
by
JAKARTA, 3 November 2009 - Membaiknya kondisi perekonomian nasional dan global membuat manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) optimis dapat memenuhi segala kewajiban finansialnya secara tepat waktu dan tepat azas. Manajemen menyimpan banyak alasan yang dapat meyakinkan investor dan masyarakat bahwa BNBR senantiasa berupaya memperkokoh fundamental perusahaan sebagai flagship kelompok usaha Bakrie menjadi sebuah perusahaan investasi yang tangguh, dengan menjalankan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang prudent.
“Karena itu, tak ada alasan bagi investor dan masyarakat bisnis untuk khawatir dengan kondisi keuangan BNBR, karena BNBR sekarang sudah jauh lebih baik. Kondisi sekarang juga tak layak diperbandingkan dengan krisis pasar modal pada tahun 2008 yang lalu,” kata Bobby Gafur Umar, Managing Director & Chief Executive Officer (CEO) BNBR kepada wartawan, kemarin.
Menurut Bobby, fundamental BNBR saat ini sudah lebih baik dibanding tahun lalu. Demikian pula dengan portofolio investasinya, yang belakangan juga memperlihatkan fundamental dan kinerja yang semakin cemerlang. “Harga komoditas dunia, seperti batubara, migas, dan minyak kelapa sawit, semakin baik dan menimbulkan optimisme di kalangan investor lokal dan global. Sukubunga juga kian atraktif bagi perusahaan-perusahaan properti. Selain itu, daya beli konsumen juga mendukung portofolio bisnis kami di bidang telekomunikasi. Semuanya, secara simultan telah memberikan kepercayaan yang besar, baik terhadap manajemen BNBR untuk menciptakan fundamental dan kinerja yang lebih baik lagi, maupun terhadap investor.”
Bobby juga menjelaskan bahwa imbal hasil yang diperoleh dari sejumlah investasi yang dilakukan pada tahun lalu sebesar kurang lebih USD 101 juta yang sebagian akan dicairkan dalam waktu dekat, telah mencapai tingkat pengembalian (IRR, internal rate of return) yang cukup memuaskan, yakni sekitar 25 - 37 persen. “Sebagaimana lazimnya sebuah perusahaan investasi, kami akan memanfaatkan dana hasil investasi tersebut untuk diinvestasikan kembali, baik ke berbagai sektor industri maupun corporate action kelompok usaha Bakrie lainnya,” katanya. Selain itu, BNBR juga telah berhasil merealisasikan sejumlah opsi buyback saham sebagai bagian dari aktivitas investasinya.
“Kami telah berhasil membeli kembali saham-saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 1,7% dan akan melanjutkan peningkatan kepemilikannya di BUMI dalam waktu dekat. Disamping itu, BNBR juga menambah porsi sahamnya di PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebanyak 6,4%. Kedua aksi pembelian saham kembali ini dilakukan dengan harga saham yang relatif sangat rendah dibandingkan harga pasarnya ketika itu. Ini menjadi bukti bahwa BNBR bukan saja aktif melakukan investasi, namun juga mampu melakukannya secara sangat efektif,” ujar Bobby.
Manajemen Keuangan Yang Prudent
Sebagai perusahaan investasi yang melakukan berbagai aktivitas keuangan, menurut Bobby, BNBR akan berupaya untuk mencari pendanaan investasinya dengan mengikuti kaidah-kaidah finansial yang lazim, dengan struktur pendanaan yang tepat dan efektif, serta tentu saja efisien. “Kami akan menempuh upaya pencarian pendanaan dengan biaya yang efisien, baik di pasar keuangan maupun perbankan,” katanya.
“Guna menunjang kegiatan investasinya ke depan, BNBR akan melakukan sejumlah inisiatif keuangan dengan tujuan efisiensi modal dan struktur biaya. Prioritas utama BNBR dari segi keuangan adalah rasionalisasi dan restrukturisasi utang agar beban utang dan tekanan pembayaran utang menjadi berkurang. Alhamdulillah, proses ini telah rampung di kuartal kedua 2009, sehingga porsi terbesar utang BNBR akan jatuh tempo di tahun 2012,” kata Eddy Soeparno, Chief Financial Officer (CFO) BNBR, seraya menambahkan bahwa cicilan utang senilai Rp 405 miliar telah dilunasi secara tepat waktu pada akhir September lalu.
“Prioritas kami selanjutnya adalah menggantikan sejumlah pembiayaan jangka pendek dengan pendanaan jangka panjang, agar dapat menunjang kegiatan investasi yang pada umumnya memiliki jangka waktu di atas 12 bulan,” kata Eddy. Karena itu, menurut dia, BNBR kini tengah menjajaki kemungkinan penerbitan surat utang
(obligasi) internasional senilai 200 – 250 juta dolar AS berjangka waktu 5 tahun dengan kisaran coupon yang cukup kompetitif dibandingkan dengan biaya pendanaan (cost of funds) BNBR dewasa ini. Eddy yang mantan bankir di Merrill Lynch itu menambahkan bahwa dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk melunasi pinjaman jangka pendek BNBR. “Sisanya akan digunakan untuk membiayai kegiatan investasi BNBR ke depan,” kata Eddy.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Siddharta Moersjid
Chief Communications and Administration Officer
PT Bakrie & Brothers Tbk
Ph: +62 21 579 42041
Email: siddharta.moersjid@bakrie.co.id