Wednesday, Apr 23, 2014
Pemerintah Diminta Pertimbangkan Lagi Rencana Kenaikan Royalti 13,5%
Jika pemerintah tetap menaikkan royalti, bisa dipastikan banyak perusahaan tambang batu bara yang gulung tikar.

Wednesday, Apr 23, 2014
KPK: Izin 35 Perusahaan Tambang Akan Dicabut
Motifnya political conflict of interest dari bupati

Wednesday, Apr 23, 2014
Pasar Saham Indonesia Sulit Melompat Lebih Tinggi
Diharapkan volume beli masih bertahan sehingga IHSG berpeluang bertahan di zona hijaunya meski tipis.

Wednesday, Apr 23, 2014
Promosikan Sertifikasi Selain ISPO, 2 Perusahaan Sawit Besar Ditegur
justru perlu ikut mempromosikan sertifikasi tersebut sebab apabila mereka melenceng, perusahaan perkebunan kecil akan terpengaruh.



BNBR 50.00 0.00%
BUMI.JK 200.00 -5.21%
UNSP 50.00 0.00%
ENRG 90.00 -1.10%
BTEL 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
BRMS 223.00 -1.76%
DEWA 50.00 0.00%
ARMS.L 192.25 -0.90%
VIVA 293.00 -1.68%
BRAU 124.00 3.88%
On Wednesday, Apr 23, 2014 10:24




Monday, Apr 8, 2013
BNBR Sukses Tekan Beban Utang
by Humas BNBR
JAKARTA, 31 Maret 2013. Manajemen PT Bakrie & Brothers Tbk (“BNBR” atau “Perseroan”) tetap optimis tahun 2013 mampu mencatatkan kinerja lebih baik. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan tahun 2012 menunjukkan indikator-indikator finansial yang baik dan prospektif.

Perseroan berhasil mencatatkan perolehan revenue sebesar Rp15,48 triliun, serta sukses meraup laba bersih senilai Rp354,87 miliar dan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp127,77 miliar. Dan, yang terpenting, sepanjang 2012 lalu Perseroan berhasil secara meyakinkan menekan beban utang hingga 40 persen.

“Banyak catatan positif yang berhasil dibukukan oleh Perseroan sepanjang tahun lalu, khususnya terkait dengan manajemen utang dan portofolio. Ini berkat kerja keras manajemen dan seluruh jajaran kerja BNBR,” kata Bobby Gafur Umar, Direktur Utama & CEO BNBR dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (31/3).

Dijelaskan Bobby, dengan kinerja yang cukup baik sepanjang tahun 2012, Perseroan tetap optimis akan mampu meningkatkan kemampuan finansialnya. Beberapa indikator utama dalam laporan keuangan BNBR tahun 2012 memperlihatkan bahwa Perseroan memang memiliki kesempatan dan kemampuan besar dalam meningkatkan kinerja.

“Net profit kami menunjukkan peningkatan. Jumlah revenue BNBR juga cukup signifikan. Dan penting untuk dicatat, pada tahun 2012 lalu kami berhasil menekan beban utang dalam jumlah yang sangat berarti,” kata Bobby.

Tahun 2011, BNBR masih mencatatkan utang sebesar Rp10,71 triliun. Tahun lalu, utang Perseroan berkurang sangat signifikan sebesar Rp4,27 triliun, menjadi hanya Rp6,44 triliun. Bersamaan dengan itu, beban bunga juga ditekan dari sebelumnya Rp2,0 triliun pada tahun 2011 menjadi Rp1,19 triliun pada tahun 2012. “Penurunan beban utang dan bunga pinjaman ini meringankan beban keuangan Perseroan sepanjang tahun 2012,” ujar Direktur Keuangan BNBR Eddy Soeparno, menambahkan.

Kinerja Unit Usaha

Bobby juga menjelaskan, unit-unit usaha BNBR dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan kinerja yang semakin baik, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih signifikan terhadap revenue Perseroan. Tahun 2012, unit-unit usaha Perseroan menyumbang 66 persen dari total revenue BNBR, dengan nilai mencapai Rp10,11 triliun.

PT Bakrie Building Industries (BBI) dan PT Bakrie Tosanjaya (BTJ), disebut Bobby sebagai dua unit usaha Perseroan yang memiliki prospek sangat baik untuk terus dikembangkan. “Industri bahan bangunan memiliki prospek sangat bagus, seiiring dengan pertumbuhan industri properti dan konstruksi. Didukung juga dengan jumlah penduduk yang sangat besar dan daya beli kunsumen yang terus meningkat, kami sangat optimis, industri bahan bangunan di dalam negeri akan terus melaju,” kata Bobby.

Perusahaan yang memproduksi aneka jenis bahan bangunan di pabriknya di kawasan Jakarta Barat ini, tahun 2012 lalu berhasil meraup laba bersih Rp39,2 miliar, meningkat 62 persen dibanding perolehan laba tahun sebelumnya. “Tahun 2012 lalu, nilai penjualan PT BBI tumbuh 45 persen hingga mencapai Rp651 miliar. Tahun 2013 ini, targetnya Rp873 miliar. Ini target yang sangat realistis, mengingat berbagai inisiatif yang sedang dilakukan untuk mendorong pertumbuhan usaha PT BBI,” kata Bobby.

PT Bakrie Tosanjaya (BTJ), unit usaha Perseroan yang memproduksi komponen otomotif, juga memiliki prospek yang sangat cerah untuk berkembang sejalan dengan pertumbuhan industri otomotif nasional. “Kami serius memacu pertumbuhan bisnis divisi manufaktur komponen otomotif menjadi bidang usaha utama PT BTJ,” kata Bobby.

Dalam rangka pengembangan tersebut, menurut Bobby, Perseroan belum lama ini telah menuntaskan proses akuisisi aset terkait dengan komponen otomotif yang dimiliki oleh salah satu anak kelompok usaha besar asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia. “Ya, sudah final, dengan dukungan pembiayaan dari perbankan nasional,” ujarnya.

PT BTJ selama ini tercatat sebagai produsen dan pemasok komponen beberapa merk mobil komersial. “BTJ selama ini menjadi salah satu pemasok utama komponen untuk kendaraan niaga seperti Mitsubishi, Hino, Daihatsu dan Toyota. Kinerja Bakrie Tosanjaya sangat bagus, dengan pertumbuhan EBITDA sekitar 60 persen dibanding tahun 2011. Ini juga didukung oleh pasar mobil komersial yang rata-rata per tahun tumbuh 24 persen sampai 26 persen,” kata Chief Investor Relations BNBR, Indra Ginting menambahkan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Media Relations: Bayu Nimpuno, Head of Corporate Communications, bayu.nimpuno@bakrie.co.id
Investor Relations: Indra Ginting, Chief Investor Relations Officer, indra.ginting@bakrie.co.id atau kunjungi www.bakrie-brothers.com