Wednesday, Oct 1, 2014
Bakrie Sumatera Berhasil Cetak Laba di Periode Hingga Juni 2014.
Laba bruto naik jadi Rp 392,71 miliar dari laba bruto tahun sebelumnya yang Rp 261,70 miliar.

Wednesday, Oct 1, 2014
Hilirisasi Produk Karet Perlu Didorong
Perlu ada upaya meningkatkan nilai tambah karet dan pengembgangan industri karet.

Wednesday, Oct 1, 2014
Berencana Bangun Studio Penyiaran Baru, Saham MDIA Bergerak Konsolidasi
Sepanjang semester 1/2014, laba bersih perseroan melesat tajam 692,2% menjadi Rp 165,16 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu.

Wednesday, Oct 1, 2014
Fatwa MUI Hantui 180 Penyelenggara Internet
Jika layanan berhenti 71 juta pengguna internet di Indonesia terancam tidak dapat akses internet, alias mati total.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 126.00 0.00%
BRMS 400.00 -0.25%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 190.00 0.00%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 104.00 +0.97%
MDIA.JK 2,000.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 463.00 +0.87%
On Wednesday, Oct 1, 2014 09:16




Thursday, Oct 24, 2013
China Metal Indusry's Topang Pengembangan Tambang Dairi Prima
by Indonesia Finance Today
JAKARTA – PT Dairi Prima Mineral, pengelola tambang timah hitam dan seng di Dairi, Sumatera Utara, yang juga anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendapat sokongan dana dari China Non-Ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co.Ltd.

Muhammad Sulthon, Sekretaris Perusahaan Bumi Minerals, mengatakan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan membantu Bumi Minerals dalam penyediaan dana untuk mengembangkan proyek Dairi. 

“China Non-Ferrous Metal Industry’s akan mendanai 85% dari biaya yang diperlukan untuk 
pengembangan proyek Dairi. Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bersama-sama mengadakan studi kelayakan,” kata dia, Rabu. 

Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 22 Oktober 2013. Selain pendanaan, nantinya Bumi Minerals dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bermitra dalam kegiatan engineering, procurement dan construction (EPC) proyek Dairi, penjualan timah dan seng produksi Dairi Prima Mineral dan kepemilikan saham di Dairi Prima. 

Tambang  seng dan timah hitam Dairi Prima ditargetan berproduksi pada 2016. Dairi Prima Mineral telah mendapatkan izin eksploitasi penambangan bawah tanah untuk konsesi tambang seng dan timah hitam dari pemerintah pada Juli 2012. 
 
Tambang yang 20% sahamnya dikuasai PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) itu diperoleh melalui kontrak karya 1998 dan memiliki luas lahan 27.420 hektare yang terletak di Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Tambang Dairi Prima memiliki kadar seng 11,5 % dan dengan cadangan teridentifikasi sebesar 6,3 juta ton dan pada 2016 ditargetkan mulai memproduksi satu juta ton bijih.

Manajemen Bumi Mineral sebelumnya telah meminta pemerintah agar tidak mewajibkan Dairi Prima melakukan pemurnian seng dan timah hitam di dalam negeri. 

Herwin Hidayat, Investor Relations Bumi Resources Minerals, mengatakan tambang Dairi Prima di Sumtera Utara merupakan satu-satunya tambang seng dan timah hitam di Indonesia dan memiliki cadangan terbatas yakni 11 juta ton, sehingga tidak layak dimurnikan di dalam negeri. 

“Tambang Dairi Prima sangat unik dan memiliki kondisi yang sama dengan mineral lainnya. Jadi kami masih berdiskusi dengan pemerintah agar diberikan kemudahan,” tandas dia. (*)