Friday, Jan 30, 2015
BI: Rupiah Bakal Melemah Hingga Empat Tahun ke Depan
Bank Indonesia siap mengintervensi mata uang rupiah bila terjadi gejolak.

Friday, Jan 30, 2015
2015, Belanja IT Indonesia Diprediksi US$ 15,6 miliar
Tingginya konsumsi IT di Indonesia dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen yang terus memanfaatkan perangkat IT guna meningkatkan kualitas hidup.

Friday, Jan 30, 2015
Industri Manufaktur Alami Degradasi
Untuk menjadi negara industri, pertumbuhan industri suatu negara harus lebih besar 20-30 persen dari produk domestik.

Friday, Jan 30, 2015
Proyek Pipa Gas Bakrie & Brothers Rampung Agustus 2015
Untuk tahap 1 proyek pipa gas Kalija, perseroan telah menemukan alternatif sumber gas lain Blok Kepodang di lepas pantai sebelah Utara Jawa Tengah.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 72.00 0.00%
BRMS 270.00 +2.27%
BTEL 50.00 -1.00%
BUMI.JK 99.00 -1.00%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 105.00 0.00%
MDIA.JK 3,550.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 444.00 +0.68%
On Friday, Jan 30, 2015 08:56




Thursday, Oct 24, 2013
China Metal Indusry's Topang Pengembangan Tambang Dairi Prima
by Indonesia Finance Today
JAKARTA – PT Dairi Prima Mineral, pengelola tambang timah hitam dan seng di Dairi, Sumatera Utara, yang juga anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendapat sokongan dana dari China Non-Ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co.Ltd.

Muhammad Sulthon, Sekretaris Perusahaan Bumi Minerals, mengatakan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan membantu Bumi Minerals dalam penyediaan dana untuk mengembangkan proyek Dairi. 

“China Non-Ferrous Metal Industry’s akan mendanai 85% dari biaya yang diperlukan untuk 
pengembangan proyek Dairi. Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bersama-sama mengadakan studi kelayakan,” kata dia, Rabu. 

Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 22 Oktober 2013. Selain pendanaan, nantinya Bumi Minerals dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bermitra dalam kegiatan engineering, procurement dan construction (EPC) proyek Dairi, penjualan timah dan seng produksi Dairi Prima Mineral dan kepemilikan saham di Dairi Prima. 

Tambang  seng dan timah hitam Dairi Prima ditargetan berproduksi pada 2016. Dairi Prima Mineral telah mendapatkan izin eksploitasi penambangan bawah tanah untuk konsesi tambang seng dan timah hitam dari pemerintah pada Juli 2012. 
 
Tambang yang 20% sahamnya dikuasai PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) itu diperoleh melalui kontrak karya 1998 dan memiliki luas lahan 27.420 hektare yang terletak di Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Tambang Dairi Prima memiliki kadar seng 11,5 % dan dengan cadangan teridentifikasi sebesar 6,3 juta ton dan pada 2016 ditargetkan mulai memproduksi satu juta ton bijih.

Manajemen Bumi Mineral sebelumnya telah meminta pemerintah agar tidak mewajibkan Dairi Prima melakukan pemurnian seng dan timah hitam di dalam negeri. 

Herwin Hidayat, Investor Relations Bumi Resources Minerals, mengatakan tambang Dairi Prima di Sumtera Utara merupakan satu-satunya tambang seng dan timah hitam di Indonesia dan memiliki cadangan terbatas yakni 11 juta ton, sehingga tidak layak dimurnikan di dalam negeri. 

“Tambang Dairi Prima sangat unik dan memiliki kondisi yang sama dengan mineral lainnya. Jadi kami masih berdiskusi dengan pemerintah agar diberikan kemudahan,” tandas dia. (*)