Wednesday, Nov 26, 2014
Indonesia Masih Rentan Jadi Korban The Fed
Kebijakan kenaikan suku bunhga AS masih akan memberikan dampak cukup besar yang mampu menggoyahkan perekonomian Indonesia.

Wednesday, Nov 26, 2014
Lebih 50% Pengalihan Subsidi untuk Infrastruktur Dasar
Salah satu pos belanja infrastruktur dasar adalah pembangunan dan juga perbaikan irigasi yang diperkirakan akan menelan dana Rp 16 triliun.

Wednesday, Nov 26, 2014
Potensi Listrik Biogas dan Biomassa Mulai Dilirik
Salah satu tujuan program itu untuk membantu pihak swasta mengembangkan proyek biomassa atau biogas secara komersial.

Wednesday, Nov 26, 2014
Kemenperin: Besi Baja Tumbuh Lebih dari 13% Tahun Depan
Peluang tentu membesar apalagi dari pengalihan subsidi bahan bakar minyak. Saya antisipasi pertumbuhan industri besi dan baja pada 2015 lebih dari 13%



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 81.00 +1.25%
BRMS 333.00 -0.89%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 97.00 -2.02%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 99.00 0.00%
MDIA.JK 2,150.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 468.00 -0.64%
On Wednesday, Nov 26, 2014 10:11




Thursday, Oct 24, 2013
China Metal Indusry's Topang Pengembangan Tambang Dairi Prima
by Indonesia Finance Today
JAKARTA – PT Dairi Prima Mineral, pengelola tambang timah hitam dan seng di Dairi, Sumatera Utara, yang juga anak usaha PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mendapat sokongan dana dari China Non-Ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co.Ltd.

Muhammad Sulthon, Sekretaris Perusahaan Bumi Minerals, mengatakan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan membantu Bumi Minerals dalam penyediaan dana untuk mengembangkan proyek Dairi. 

“China Non-Ferrous Metal Industry’s akan mendanai 85% dari biaya yang diperlukan untuk 
pengembangan proyek Dairi. Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bersama-sama mengadakan studi kelayakan,” kata dia, Rabu. 

Perseroan dan China Non-Ferrous Metal Industry’s telah menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 22 Oktober 2013. Selain pendanaan, nantinya Bumi Minerals dan China Non-Ferrous Metal Industry’s akan bermitra dalam kegiatan engineering, procurement dan construction (EPC) proyek Dairi, penjualan timah dan seng produksi Dairi Prima Mineral dan kepemilikan saham di Dairi Prima. 

Tambang  seng dan timah hitam Dairi Prima ditargetan berproduksi pada 2016. Dairi Prima Mineral telah mendapatkan izin eksploitasi penambangan bawah tanah untuk konsesi tambang seng dan timah hitam dari pemerintah pada Juli 2012. 
 
Tambang yang 20% sahamnya dikuasai PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) itu diperoleh melalui kontrak karya 1998 dan memiliki luas lahan 27.420 hektare yang terletak di Sumatera Utara dan Nangroe Aceh Darussalam. Tambang Dairi Prima memiliki kadar seng 11,5 % dan dengan cadangan teridentifikasi sebesar 6,3 juta ton dan pada 2016 ditargetkan mulai memproduksi satu juta ton bijih.

Manajemen Bumi Mineral sebelumnya telah meminta pemerintah agar tidak mewajibkan Dairi Prima melakukan pemurnian seng dan timah hitam di dalam negeri. 

Herwin Hidayat, Investor Relations Bumi Resources Minerals, mengatakan tambang Dairi Prima di Sumtera Utara merupakan satu-satunya tambang seng dan timah hitam di Indonesia dan memiliki cadangan terbatas yakni 11 juta ton, sehingga tidak layak dimurnikan di dalam negeri. 

“Tambang Dairi Prima sangat unik dan memiliki kondisi yang sama dengan mineral lainnya. Jadi kami masih berdiskusi dengan pemerintah agar diberikan kemudahan,” tandas dia. (*)