BNBR 50 0.00%
BUMI 1690 -0.59%
UNSP 275 0.00%
ENRG 88 -3.30%
BTEL 173 0.00%
ELTY 114 0.00%
On Thursday, Sep 2, 2010 16:43




Tuesday, Feb 9, 2010
Proyek Bakrie Tower Sumbang Omzet
by Koran Jakarta
JAKARTA - PT Bakrieland Development Tbk menargetkan kontribusi pendapatan sewa dari gedung perkantoran Bakrie Tower yang terletak di kawasan Rasuna Epicentrum mencapai 45 miliar rupiah di 2010. Perusahaan Drogertijtu menarget; kan proyek superblok tersebut bisa memberi kontribusi pendapatan rutin bagi perseroan.

Sekretaris Perusahaan Bakrieland Nuzirman Nurdin mengatakan pihaknya akan segera mengoperasikan gedung perkantoran Bakrie Tower mulai April 2010. Sekitar sepertiga dari total lahan Bakrie Tower seluas 65 ribu meter persegi tersebut rencananya disewakan.

"Dua pertiganya memang sudah laku kita jual dari dulu, sedangkan sepertiganya memang akan disewakan," kata Nuzirman, Senin (8/2).

Menurut dia, 90 persen dari lahan yang akan disewakan itu telah mendapat pelanggan. Dengan luas lahan yang disewakan mencapai 20 ribu-25 ribu meter persegi, total nilai sewa per tahunnya diperkirakan bisa 6 juta dollar AS atau sekitar 60 miliar rupiah. Bakrieland akan mengenakan tarif sewa 20 doUar AS per bulan per meter persegi.

Total kontribusi pendapatan dari jasa sewa ini ditargetkan mencapai 4,5 juta dollar AS atau sekitar 45 miliar rupiah khusus untuk tahun 2010. Pendapatan sewa itu belum termasuk kontribusi dari Lifestyle Centre yang juga dibuka tahun ini

Selain dari jasa sewa, Nuzirman memperkirakan Bakrieland akan mendapatkan dana reguler dari mulai beroperasinya ruas tol milik perseroan. Ialan tol Kanci-Pejagan yang

mulai dioperasikan lanuari 2010 diperkirakan bisa memberi kontribusi pendapatan hingga 200 miliar rupiah sampai akhir tahun ini.

Optimistis Tumbuh

Nuzirman mengaku, adanya tambahan kontribusi pendapatan dari jasa sewa dan penerimaan dari jalan tol senilai 245 miliar tersebut akan menopang pertumbuhan pendapatan perseroan pada 2010.

"Kami menargetkan pendapatan bisa tumbuh antara 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu," kata Nuzirman. Tahun 2009, total pendapatan perseroan diperkirakan hanya sekitar satu triliun rupiah.

Di luar kontribusi sewa dan jalan tol, kontribusi terbesar pendapatan Bakrieland masih akan ditopang oleh penjualan aset properti. Saat ini, perseroan memiliki dua proyek utama di bidang properti, yakni pengembangan kawasan Rasuna Epicentrum dan Bogor Nirwana Residence.

Analis BNI Securities, Maxi Liesyaputra, mengatakan rampungnya Bakrie Tower dan Lifestyle Center akan memperkuat posisi Bakrieland dalam melanjutkan pengembangan kawasan Rasuna Epicentrum. "Ini diharapkan akan menjadi daya tarik di Rasuna Epicentrum," kata dia dalam risetnya.

Selain pengembangan kawasan superblok. Maxi menilai masuknya Bakrieland ke pengembangan jalan tol akan menunjang pertumbuhan kinerjanya. Apalagi, ruas tol Kanci-Pejagan diperkirakan akan mulai berkontribusi terhadap pendapatannya. nse/E-7