Friday, Feb 3, 2012
Investor Bakal Beralih ke Obligasi Korporasi
Imbal hasil SUN tidak menarik bagi investor lokal. Bagi institusi seperti dana pensiun dan asuransi, jalan keluarnya memburu obligasi korporasi.
Friday, Feb 3, 2012
Transaksi Perdagangan Cetak Rekor
Rerata nilai transaksi harian di BEI mencapai Rp4,13 triliun dari transaksi 4,64 miliar saham per hari dan rerata frekuensi transaksi 124.647 kali.
Friday, Feb 3, 2012
Exclusive: Indonesia to set up $5.6 billion plantation firm
The government will consolidate the assets of 15 state firms, whose revenues last year stood at around 40 trillion rupiah ($4.45 billion).
Friday, Feb 3, 2012
VIVA Meraih Pendapatan Rp970 Miliar di 2011
Kontribusi terbesar pendapatan tahun lalu dari TVOne, yaitu Rp480 miliar. ANTV menyumbang Rp460 miliar, dan Vivanews.com Rp30 miliar.
| BNBR | 50.00 | 0.00% |
| BUMI.JK | 2,600.00 | 0.00% |
| UNSP | 290.00 | 0.00% |
| ENRG | 197.00 | -0.51% |
| BTEL | 275.00 | 0.00% |
| ELTY | 138.00 | 0.00% |
| BRMS | 590.00 | 0.00% |
| DEWA | 89.00 | +5.95% |
| BUMI.L | 890.00 | 0.00% |
| VIVA | 540.00 | -1.82% |
| On Friday, Feb 3, 2012 16:32 | ||
Jakarta, 5 April 2010. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mampu memperlihatkan kinerja dan fundamental keuangan yang semakin kokoh pada kuartal terakhir 2009. Kinerja BNBR secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan, sejalan dengan implementasi sejumlah strategi revitalisasi finansial dan investasi yang bertujuan menyehatkan kondisi keuangan Perseroan setelah diterpa krisis keuangan di tahun 2008.
Di akhir tahun 2009, Perseroan secara konsolidasi berhasil membukukan Pendapatan Bersih sebesar Rp 7,63 trilliun serta Laba Usaha sebesar Rp 701,98 milyar. Kinerja positif konsolidasi dari sejumlah perusahaan portofolio mendorong pertumbuhan BNBR dan turut mendukung semakin kokohnya fundamental Perseroan.
CEO & Managing Director BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, perusahaan portofolio BNBR secara riil telah memberikan dukungan yang kuat bagi kinerja Perseroan. “PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) memberikan kontribusi signifikan bagi Pendapatan Bersih BNBR, sementara PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang siginifikan,” ujar Bobby. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sepanjang kuartal keempat 2009 membukukan Pendapatan senilai Rp 3,43 triliun, atau naik 22,5% dibanding perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dijelaskan oleh Bobby, kinerja cemerlang BTEL tersebut disebabkan oleh keberhasilan perseroan dalam melakukan penetrasi pasar. “Jumlah pelanggan BTEL dengan produk Esia-nya, melonjak tajam dari 7,3 pada tahun 2008 menjadi 10,6 juta pada tahun 2009 lalu. “Saat ini BTEL merupakan operator telekomunikasi berbasis CDMA yang terbesar ke-2 di Indonesia,” kata Bobby.
Perusahaan portofolio BNBR yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet, PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), juga sukses mencatatkan kinerja keuangan yang baik, kendati diguncang harga komoditas yang terus fluktuatif. Di tengah anjloknya harga CPO sepanjang tahun 2009 dari USD 791 menjadi USD 560/ton, UNSP tetap mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang melejit 45,78%, dari Rp 173,57 miliar menjadi Rp 252,78 miliar.
Membaiknya harga CPO (minyak sawit mentah, crude palm oil) di tingkat internasional dewasa ini, diyakini Bobby akan terus memperkuat kinerja keuangan UNSP yang memang sangat prospektif. Menurut dia, BTEL dan UNSP telah mampu memperlihatkan peran dan kontribusi nyatanya terhadap kinerja BNBR, sehingga secara nyata berhasil memperkokoh fundamental Perseroan.
Ia optimis, segenap perusahaan di dalam portfolio investasi BNBR mampu memperlihatkan kinerja yang positif, khususnya di saat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan di atas 5% per tahunnya Upaya Penyehatan Di tahun 2009 BNBR, menurut Bobby Gafur Umar, juga telah berhasil merampungkan restrukturisasi hutang jangka pendeknya menjadi hutang jangka panjang yang pada pasca restrukturisasi akan jatuh tempo tahun 2012, sehingga mengurangi beban atas neraca pembayaran Perseroan.
Dijelaskannya, dalam rangka menyehatkan kondisi keuangan, Perseroan juga telah melakukan berbagai upaya dalam rangka mengurangi jumlah pinjaman jangka pendek di bawah 3 bulan; mengganti pinjaman berbiaya tinggi dengan pinjaman yang lebih efisien; dan memperpanjang jatuh tempo pinjaman jangka pendek dengan pinjaman yang lebih berjangka panjang.
Disamping itu, Perseroan juga memutuskan untuk melakukan pencadangan atas piutang jangka panjang yang kualitas pembayarannya dianggap rendah. Membaiknya kinerja keuangan BNBR, menurut Bobby, tak lepas dari upaya-upaya penyehatan tersebut. “Kinerja BNBR secara keseluruhan tampak membaik sejalan dengan implementasi sejumlah kebijakan finansial dan investasi dengan tujuan menyehatkan kondisi keuangan Perseroan,” katanya.
Harapan 2010 Lebih lanjut Bobby mengatakan, dalam implementasi Cetak Biru yang merupakan perencanaan strategis jangka panjang perseroan yang telah disiapkan, manajemen akan semakin memusatkan kegiatan usahanya pada sejumlah kegiatan investasi, yang aktivitasnya telah dimulai pada tahun 2009, antara lain melalui pembelian kembali saham BUMI dan ELTY, dan berpartisipasi dalam Rights Issue ENRG dan UNSP.
Pada akhir tahun 2009, kepemilikan BNBR di portofolionya seperti BUMI dan ELTY meningkat dari 16,46% di BUMI pada bulan Juni 2009 menjadi 19,13% pada akhir Desember 2009. Demikian pula kepemilikan di ELTY dari 14,57% menjadi 20,95%. Sebagai tambahan, pada bulan maret 2010 ini, BNBR telah meningkatkan kepemilikan di UNSP melalui program Rights Issue dari 41,78% sebelumnya menjadi 50,50%.
Menurut dia, salah satu strategi jangka pendek kegiatan investasi BNBR ke depan adalah meningkatkan kepemilikan pada portofolio-portofolio yang telah dimiliki saat ini yang dinilai masih under valued. “Saham-saham dalam grup Bakrie saat ini masih di bawah nilai yang sesungguhnya, terutama jika dilihat dari prospek yang sangat baik ke depan baik dari sisi industrinya seperti batubara dan perkebunan, juga mempertimbangkan kinerja masing-masing portofolio yang terus meningkat di semua lini.
Namun demikian BNBR tidak akan menutup peluang untuk melakukan investasi di luar grup Bakrie, jika kesempatan terbaik tiba,” katanya. Bobby menjelaskankan bahwa tahun 2010 ini BNBR akan melaksanakan dan merampungkan sejumlah prioritas utama di bidang keuangan dan kegiatan investasi.
“Diantaranya, menguatkan kondisi keuangan Perseroan melalui revitalisasi balance sheet yang dirasakan belum optimal, rencana penerbitan instrumen keuangan internasional untuk mendukung kegiatan investasi yang akan dilakukan oleh Perseroan dalam waktu dekat terkait dengan beberapa prospek investasi yang baik,” ujar Bobby, seraya menjelaskan bahwa tema utama dari kegiatan Perseroan di tahun 2010 adalah “Optimalisasi Efisiensi dan Penciptaaan Pertumbuhan”.
Dengan demikian, katanya, di akhir tahun 2010 Perseroan diharapkan mampu menunjukkan fundamental yang semakin kokoh, kinerja keuangan yang sehat dan lebih solid, serta penciptaan nilai yang positif bagi para pemegang sahamnya. Manajemen BNBR sangat optimis, dengan semakin kokohnya fundamental finansial dan operasional perseroan serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sangat menjanjikan, maka tahun 2010 ini merupakan tahun tinggal landas untuk BNBR menjadi suatu perusahaan investasi yang solid serta mampu meningkatkan nilai bagi para pemegang sahamnya.
_________________________________________
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Siddharta Moersjid
Chief Communications and Administration Officer
PT Bakrie & Brothers Tbk Ph: +62 21 579 42041
Email: siddharta.moersjid@bakrie.co.id