Thursday, Sep 2, 2010
Tol Kanci-Pejagan Diserbu 48.000 Kendaraan
by Investor Daily Indonesia
JAKARTA - Jalan tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 kilometer siap melayani arus mudik Lebaran tahun ini, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu-lintas di jalan nasional pantai utara (Panturan) Pulau Jawa.
Ruas tol yang dikelola PT Bakrie Toll Road itu akan menjadi favorit para pemudik, sehingga pada mudik Lebaran tahun ini diperkirakan memiliki trafik yang tinggi, yakni 42.00048.000 kendaraan per hari.
"Hasil satu studi menyebutkan, lalu lintas di Pantura Jawa Barat mencapai lebih dari 6O.kendaraan per hari pada musim Lebaran. Dari jumlah itu, sekitar 70-80% kendaraan menjadi pasar tol Kanci- Pejagan," ungkap Dirut Bakrie Toll Road, Harya M Hidayat, di
Jakarta, Senin (30/8).
Berdasarkan perkiraan, lalu lintas harian rata rata (LHR) pada ruas tol Kanci-Pejagan mencapai 25.000-35.000 kendaraan per hari. Namun, dari data PT Semesta Marga Raya (SMR), anak usaha Bakrie Toll Road, sejak dioperasikan Januari 2010, LHR kendaraan di tol Kanci-Pejagan mencapai 15.000-17.000 kendaraan per hari.
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, mengakui, tol Kanci-Pejagan akan menjadi favorit para pemudik, karena kondisi jalan nasional Pantura sangat padat Selain itu, sejumlah titik rawan kemacetan mulai dari pasar tumpah Losari hingga lokasi pembangunan jembatan layang Gebang, Kabupaten
Cirebon.
"Kendati pembangunan flyover Gebang dihentikan mulai H-10, tak bisa dipungkiri bahwa jalan akan menyempit sehingga menghambat perjalanan. Maka itu, alternatif untuk menempuh perjalanan nyaman dan aman adalah melalui tol Palimanan-Kanci dan Kanci-Pejagan," kata Bambang.
Untuk mengantisipasi kemacetan selepas tol Kanci-Pejagan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah menyiapkan skenario atau manajemen trafik, yakni seluruh kendaraan pengguna tol diarahkan ke kanan menuju Ketanggungan dan terus ke Slawi menuju Tegal bagi yang mau ke arah Pantura. Sedangkan mereka yang hendak ke jalur selatan, diarahkan ke kanan menuju Prupuk.
Pengaturan tersebut, ungkap Bambang, karena selepas tol Kanci-Pejagan terdapat lintasan sebidang kereta api di Simpang Pejagan, dengan frekuensi melintas 67 kereta atau satu kereta melintas setiap 8-10 menit Selain rawan kemacetan, juga rawan kecelakaan.
Dampak ketatnya jadwal kereta dan banyaknya kendaraan yang melintas, menajdikan antrean kendaraan bisa mencapai 200-300 meter dalam situasi bukan Lebaran dan 5-7 km pada musim Lebaran. Jarak antara lintas sebidang itu dengan pintu keluar tol Pejagan sekitar 2,7 km.
Mengenai kesiapan pengelola tol Kanci-Pejagan, Harya menyebutkan, pihaknya sudah siap di lapangan, termasuk mendirikan sejumlah posko pengamanan. Selain itu, kelengkapan rambu sudah memadai, penambahan gerbang tol (GT) menjadi 12, dan pemasangan sejumlah CCTV, (imm)