Friday, May 29, 2015
Industri Besi dan Baja Menjadi Salah Satu Industri Prioritas
Industri baja mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 200.000 orang dengan kapasitas produksi sebesar 14 juta ton per tahun.

Friday, May 29, 2015
BEI: Peningkatan Rating RI Sedikit Pengaruhi Pasar
Penaikan peringkat menambah kepercayaan investor pada Indonesia.

Friday, May 29, 2015
Pembangunan Infrastruktur Masih Terpusat di Pulau Jawa
Infrastruktur yang dikerjakan pemerintah dibebankan di Pulau Jawa.

Wednesday, May 27, 2015
Bea Masuk Naik, Formula Pengembangan Baja Hilir Disiapkan
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi obat sementara serta mendorong industri menaikkan utilisasi.



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 82.00 0.00%
BRMS 128.00 -1.54%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 78.00 -7.14%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 68.00 -6.85%
MDIA.JK 4,000.00 +3.23%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 440.00 +2.33%
On Friday, May 29, 2015 16:36




Monday, Dec 27, 2010
Bakrie Lunasi Repo KPD Milik PNM Investment Rp 113 Miliar
by Harian Kontan
JAKARTA. Sebelum tahun ini berakhir, PT PNM Investment Management (PNMIM) bisa menyelesaikan kewajiban Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berisi repo alias repurchase agreement saham-saham Grup Bakrie, sesuai target. Saat ini, pembayaran KPD bernama Dana Prima kepada para nasabah sudah lunas.

Menurut MQ Gunadi, Presiden Direktur PNMIM, repo Bakrie yang tersimpan dalam KPD Dana Prima sudah diselesaikan. "Tanggal 3 Desember semua investor KPD dengan counterparty Grup Bakrie telah diselesaikan," katanya. Sisa nilai repo Bakrie yang tersimpan dalam KPD itu sebesar Rp 113 miliar.

Menurut Gunadi, KPD itu bisa diselesaikan sesuai rencana ini karena harga saham emiten-emiten Grup Bakrie terus naik. Dus, proses restrukturisasi bisa cepat tercapai. "Saat market sudah rebound, tentu sega nilai KPDdan jaminannya kembali normal," kata Gunadi. Otomatis, PNMIM bisa menyelesaikan kewajibannya ke para nasabah sesuai jadwal, bahkan lebih cepat.

Sebelumnya Gunadi memperkirakan proses pembayaran yang dilakukan oleh Bakrie Capital sebagai penggadai saham Bakrie itu baru akan selesai akhir Januari 2011. "Saya berterima kasih kepada beberapa pihak yang mau melaksanakan proses restrukturisasi ini," imbuh dia

Sekadar informasi, tidak semua investor mau melakukan restrukturisasi KPD tersebut. Menurut Gunadi, hanya 1.400 investor yang bersedia ikut restrukturisasi dengan nilai Rp 1,15 triliun. Sedangkan total dana yang dikelola KPD Dana Prima saat itu sebesar Rp 1,4 tribun. Artinya, ada nasabah dengan nilai KPD Rp 250 miliar yang tidak bersedia ikut restrukturisasi.

Selama proses restrukturisasi, kenang Gunadi, PNMIMrutin membayar kewajibannya kepada para pemegang KPD saban bulan. Tak hanya memberikan dana pokok, mereka juga masih memberikan bunga "Bahkan kami memberikan tambahan insentif sebesar 1%," imbuh dia Asal tahu saja, KPD Dana Prima menjanjikan pemberian bunga sebesar 9% per tahun.

Kasus ini berawal dari kegagalan Bakrie Capital membayar dana pokok atau menambah jaminannya pada para pemegang repo. Padahal, menurut Gunadi, Dana Prima ini menginvestasikan dananya pada repo saham Bakrie. "Saham Grup Bakrie dan mayoritas saham BUMI," ujar Gunadi. Memang, sekitar 60% repo merupakan gadai saham PT Bumi Resources Tbk.

Pasalnya, harga saham BUMI dan saham emiten Grup Bakrie pada tahun 2008 anjlok akibat krisis global. Ujungnya, nilai aset dari KPD Dana Prima ikut turun.

Avanty Nurdiana