Friday, Sep 19, 2014
Pipa Gas Kalija I Buat PGN Hemat Rp2 Triliun
Pipa Kalija I bisa Hemat biaya bahan bakar sampai Rp2 triliun per tahun

Friday, Sep 19, 2014
Utang Pemerintah RI Kembali Naik Jadi Rp 2.531 Triliun
Jika menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 9.804 triliun, maka rasio utang Indonesia hingga Juli 2014 sebesar 25,8%.

Friday, Sep 19, 2014
Pembangkit Listrik Berbasis Limbah Cair Sawit Pertama Dibangun di Indonesia
Proyek percontohan PLT Biogas ini, mempunyai kapasitas terpasang sebesar 1 MW yang digunakan mengalirkan listrik kepada 1.050 keluarga.

Friday, Sep 19, 2014
SEA : Indonesia & Malaysia Bersaing Soal Kebijakan Ekspor CPO
Kedua negara tersebut tengah bersaing soal kebijakan ekspor, membuat India menjadi penampung pasokan minyak sawitnya



BNBR 50.00 0.00%
BRAU 149.00 +0.68%
BRMS 409.00 +0.25%
BTEL 50.00 0.00%
BUMI.JK 189.00 0.00%
DEWA 50.00 0.00%
ELTY 50.00 0.00%
ENRG 99.00 +4.21%
MDIA.JK 1,900.00 0.00%
UNSP 50.00 0.00%
VIVA 434.00 +0.93%
On Friday, Sep 19, 2014 10:23




Monday, Dec 27, 2010
Bakrie Lunasi Repo KPD Milik PNM Investment Rp 113 Miliar
by Harian Kontan
JAKARTA. Sebelum tahun ini berakhir, PT PNM Investment Management (PNMIM) bisa menyelesaikan kewajiban Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berisi repo alias repurchase agreement saham-saham Grup Bakrie, sesuai target. Saat ini, pembayaran KPD bernama Dana Prima kepada para nasabah sudah lunas.

Menurut MQ Gunadi, Presiden Direktur PNMIM, repo Bakrie yang tersimpan dalam KPD Dana Prima sudah diselesaikan. "Tanggal 3 Desember semua investor KPD dengan counterparty Grup Bakrie telah diselesaikan," katanya. Sisa nilai repo Bakrie yang tersimpan dalam KPD itu sebesar Rp 113 miliar.

Menurut Gunadi, KPD itu bisa diselesaikan sesuai rencana ini karena harga saham emiten-emiten Grup Bakrie terus naik. Dus, proses restrukturisasi bisa cepat tercapai. "Saat market sudah rebound, tentu sega nilai KPDdan jaminannya kembali normal," kata Gunadi. Otomatis, PNMIM bisa menyelesaikan kewajibannya ke para nasabah sesuai jadwal, bahkan lebih cepat.

Sebelumnya Gunadi memperkirakan proses pembayaran yang dilakukan oleh Bakrie Capital sebagai penggadai saham Bakrie itu baru akan selesai akhir Januari 2011. "Saya berterima kasih kepada beberapa pihak yang mau melaksanakan proses restrukturisasi ini," imbuh dia

Sekadar informasi, tidak semua investor mau melakukan restrukturisasi KPD tersebut. Menurut Gunadi, hanya 1.400 investor yang bersedia ikut restrukturisasi dengan nilai Rp 1,15 triliun. Sedangkan total dana yang dikelola KPD Dana Prima saat itu sebesar Rp 1,4 tribun. Artinya, ada nasabah dengan nilai KPD Rp 250 miliar yang tidak bersedia ikut restrukturisasi.

Selama proses restrukturisasi, kenang Gunadi, PNMIMrutin membayar kewajibannya kepada para pemegang KPD saban bulan. Tak hanya memberikan dana pokok, mereka juga masih memberikan bunga "Bahkan kami memberikan tambahan insentif sebesar 1%," imbuh dia Asal tahu saja, KPD Dana Prima menjanjikan pemberian bunga sebesar 9% per tahun.

Kasus ini berawal dari kegagalan Bakrie Capital membayar dana pokok atau menambah jaminannya pada para pemegang repo. Padahal, menurut Gunadi, Dana Prima ini menginvestasikan dananya pada repo saham Bakrie. "Saham Grup Bakrie dan mayoritas saham BUMI," ujar Gunadi. Memang, sekitar 60% repo merupakan gadai saham PT Bumi Resources Tbk.

Pasalnya, harga saham BUMI dan saham emiten Grup Bakrie pada tahun 2008 anjlok akibat krisis global. Ujungnya, nilai aset dari KPD Dana Prima ikut turun.

Avanty Nurdiana